Sampoerna Khawatir Kenaikan Cukai Rokok Hingga 22 Persen

Sampoerna Khawatir Kenaikan Cukai Rokok Hingga 22 Persen

Elvira Lianita memberikan keterangan pers usai Media Gathering PT HM Sampoerna Tbk di Tanamera Coffee House of Sampoerna, Selasa (24/7/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Director of External & Fiscal Affairs PT HM Sampoerna tbk Elvira Lianita menjelaskan, penurunan industri rokok nasional tahun 2018 ini sebagian besar disebabkan kenaikan cukai rokok 2018 yang mencapai 22 persen.

PT HM Sampoerna Tbk merupakan market leader industri rokok di Indonesia menyatakan sangat khawatir dengan penurunan industri rokok nasional tersebut.

“Kekhawatiran kami ini bukan tanpa sebab. Penurunan industri rokok ini, bukan dikarenakan banyak orang telah berhenti merokok, melainkan masyarakat sekarang banyak yang mengkonsumsi rokok-rokok tanpa cukai, atau rokok ilegal yang beredar di pasaran,” ujar dia saat di wawancarai enciety.co dalam acara Media Gathering PT HM Sampoerna Tbk di Tanamera Coffee House of Sampoerna, Jalan Taman Sampoerna Surabaya, Selasa (24/7/2018).

Kata dia, rokok-rokok ilegal yang sekarang banyak beredar di pasaran itu jauh lebih murah ketimbang rokok-rokok resmi yang memiliki cukai. Ketika tarif cukai makin tinggi, otomatis harga rokok jadi lebih mahal.

“Jika harga rokok menjadi mahal atau jauh di luar daya beli masyarakat, maka mereka bakal mencari rokok lebih murah. Lantas, rokok murah itu ya rokok yang tidak memiliki cukai atau rokok yang berbahaya. Hal inilah yang wajib kita hindari,” papar dia.

Elvira menjelaskan langkah kongkret yang bakal diambil Sampoerna untuk menghadapi penurunan industri rokok 2018 ini. Langkah tersebut di antaranya terus menjaga kualitas produk yang ditawarkan.

“Sebagai pemangku terbesar pasar rokok di Indonesia (market leader) kami tetap optimis. Secara garis besar, langkah yang kami ambil adalah terus menjaga kualitas produksi dan kinerja perusahaan. Kami harus lebih efisien dalam hal operasional,” ujar dia. (wh)