Sampoerna Gelar Student Creativity Exhibition

Sampoerna Gelar Student Creativity Exhibition
foto: lensaindonesia.com

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program tanggung jawab sosial, Sampoerna untuk Indonesia (SUI), menggelar serangkaian Pameran Kreativitas Siswa di Lumajang, Rembang, dan Klaten. Pameran ini merupakan bagian dari kegiatan After School Program (ASP) yang bertujuan mengurangi risiko pekerja anak di area pertanian tembakau.

Kegiatan ASP yang dibuat Sampoerna untuk Indonesia berangkat dari kesadaran pentingnya hak anak atas pendidikan dan niat mengurangi keterlibatan anak-anak dalam pertanian tembakau.

Pada program ASP, anak-anak diberi pendidikan, motivasi, dan keterampilan hidup. Sebagai puncak kegiatan, diselenggarakan Student Creativity Exhibition, yakni gebyar pementasan seni dan budaya.

Selain itu, ada pula berbagai perlombaan rakyat serta pameran hasil karya seni oleh para peserta program. Kegiatan ini bertujuan memberi tempat bagi siswa agar bisa menampilkan bakat, kemampuan, dan keterampilan mereka yang telah diasah selama mengikuti kegiatan-kegiatan ASP.

“Kami berharap anak-anak mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar dan mengembangkan minat serta bakatnya. Jika mereka mendapat pendidikan yang tinggi, mereka diharapkan akan mengaplikasikan kemampuannya untuk membangun daerah asalnya.  Karena itu, melalui After School Program, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat tentang lingkungan dan seni budayanya sehingga mereka bisa mencintai dan menghargainya,” papar Taruli Aritonang, Manager Contributions & CSR Sampoerna, Rabu (13/1/2016).

ASP adalah upaya yang dilakukan oleh SUI dalam pencegahan pekerja anak.  Upaya ini melengkapi program pemberdayaan pada keluarga petani tembakau guna memberi pemahaman praktik bertani yang baik.

Acara ini juga sejalan dengan semangat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA). Melalui keppres itu, pemerintah mencanangkan Indonesia bebas pekerja anak pada tahun 2022.

ASP menjangkau anak-anak keluarga petani tembakau yang berada di tingkat sekolah dasar (SD) dalam bentuk yaitu kegiatan setelah jam sekolah atau ekstrakulikuler.  Pada tahun 2015, program ini menjangkau 11 (sebelas) Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lumajang, Rembang dan Klaten.  Siswa yang dilibatkan oleh kegiatan ASP adalah siswa kelas III hingga kelas VI, dengan total sebanyak 825 anak.Kegiatan ASP ini dibagi menjadi empat kelas peminatan, yaitu kelas pertanian, kelas calistung (baca, tulis, dan berhitung), penjelajah dan seni budaya.

Selain siswa, ASP juga melibatkan guru yang dilatih khusus untuk menyampaikan modul ASP. Siswa juga mendapat informasi tentang resiko pekerja anak, hak dasar anak, dan motivasi dalam belajar.  Semua materi disampaikan dengan metode belajar di dalam dan luar kelas dengan prinsip Partisipatif, Aktif, Kreatif, Edukatif, dan Menyenangkan (PAKEM). (wh)