Sambut Tahun Ajaran Baru, MOS Tetap Ada Tapi Tanpa Kekerasan

foto: arvendoraemon.blogspot
foto: arvendoraemon.blogspot

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  masih memperbolehkan digelarnya Masa Orientasi Siswa (MOS) pada tahun ajaran baru yang mulai digelar Senin  pekan depan. Hanya saja,  pelaksanaannya tak boleh ada kekerasan didalamnya. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah  Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan ini  sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) 55 / 2014.

Hammid menyebutkan, setiap sekolah menjalankan MOS dalam minggu pertama selama tiga atau lima hari, dengan tujuan untuk pengenalan terhadap lingkungan sekolah baru, program baru, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri peserta didik, dan kepramukaan, sebagai pembinaan awal terbentuknya kultur sekolah yang kondusif, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Hammid menegaskan, sekolah dilarang melaksanakan MOS yang mengarah pada tindakan kekerasan yang merugikan peserta didik, baik secara fisik maupun secara psikologis, di dalam maupun luar sekolah. Jika ada sekolah yang melaksanakan, maka tidak menutup kemungkinan dinas dan kepala sekolah akan dikenakan sanksi, karena peraturan tersebut telah menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dinas setempat.

“Jika ada sekolah yang masih menerapkan MOS, dengan menyisipkan tindakan kekerasan, maka kepala sekolah akan dikenakan sanksi pencopotan jabatan,” katanya, Jakarta.

Pada tahun ajaran 2015/2016, selain kegiatan yang telah ditetapkan Permen, Hammid mengatakan, Kemdikbud akan menanamkan budi pekerti sebagai pembentukan karakter anak untuk mencintai Tanah Air melalui rangkaian kegiatan nonkurikuler, yang bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa. (bst)