Sambut Ramadan, Buat Kue Tok Khas Nusantara

Sambut Ramadan, Buat Kue Tok Khas Nusantara

Teks: Pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya cluster home industry di Kaza City Mall, Minggu (21/5/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya cluster home industry, Minggu (21/5/2017), membuat kue tok, jajanan khas nusantara yang sangat digemari masyarakat.

“Ini juga dilatarbelakangi bakal hadirnya bulan puasa Ramadan. Peluang menjual jajanan seperti ini sangat terbuka,” ujar Chef Sutini, mentor Pahlawan Ekonomi, di Kaza City Mall.

Untuk membuat kue tok tersebut, kata Tini, membutuhkan beberapa bahan dasar. Yakni, gula aren yang dicampur kacang hijau kupas, tepung ketan, tepung beras, garam, santan kental, dan air hangat.

Cara membuatnya, campurkan tepung ketan, tepung beras, gula, garam dan santan. aduk hingga rata. “Lalu, masukan air hangat sedikit demi sedikit kedalam adonan sambil terus di aduk dan sampai adonan kalis dan bisa di cetak,” jelasnya.

Selain itu, terang dia, agar lebih menarik dan dapat menaikkan nilai ekonomi, para pelaku usaha dapat membentuk kue tok tersebut menjadi kue dengan bentuk buah-buahan dan karakter dalam kartun.

“Dengan kita menambahkan kreativitas dalam menghasilkan suatu produk, kita dapat meningkatkan harga produk,” urai dia.

Kata dia, membuat kue tok bisa menghasilkan pemasukan cukup besar. “Untuk membuat satu resep kira-kira para pelaku usaha hanya membutuhkan modal produksi Rp 50 ribu. Setiap satu resepnya kita dapat membuat 60 buah kue tok dengan harga per buahnya Rp 3 ribu,” ujar dia. (wh)