Sambut MEA, Slot Time Penerbangan Akan Ditata

Sambut MEA, Slot Time Penerbangan Akan Ditata
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono

Pemerintah bakal menata kembali jadwal penerbangan  maskapai penerbangan Indonesia. Langkah ini dilakukan menyambut berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 mendatang.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, menyatakan maskapai-maskapai Indonesia sudah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. “Pasti akan ada preferensi, paling tidak slot time kita atur harus Merah Putih,” ujarnya.

Dalam mengkaji ulang slot time yang sudah ada, Kementerian Perhubungan akan meminta masukan dari maskapai, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II sebagai operator, dan AirNav Indonesia. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan ingin melihat potensi industri aviasi Indonesia dalam lima tahun ke depan. “Bagaimanapun juga, maskapai nasional harus diutamakan,” ujarnya.

Bambang menambahkan, Kementerian Perhubungan ingin mengembangkan 237 bandara yang ada di Indonesia, terutama di wilayah provinsi dan kabupaten Indonesia Timur. Ia berharap setiap bandara bisa didarati pesawat tipe tertentu yang sesuai dengan potensi ekonomi daerah itu. Jika memang daerah tersebut berkembang pesat, Bambang melanjutkan, maka bandara tersebut dapat didarati pesawat jet.

“Kalau perkembangannya sedikit, bisa dikembangkan lagi sehingga bisa didarati pesawat baling-baling,” kata Bambang. Ia menargetkan lebih dari 200 bandara se-Indonesia tersebut harus berfungsi maksimal. Pemerintah menjadikan bandara di Sumatera Utara, Jakarta, Denpasar, Balikpapan , Makassar dan Surabaya sebagai bandara hub. “Nanti kami lihat di mana lagi yang berpotensi, misalnya Sorong atau Manokwari,” ujar Bambang. (tmp/ram)