Sambut MEA, 40 UKM Sukolilo Meriahkan Roadshow PE 2015

Sambut MEA, 40 UKM Sukolilo Meriahkan Roadshow PE 2015
Wali Kota Tri Rismaharinimengunjungi stan dalam Roadshow Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu (27/6/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mendorong lahirnya entrepreneur . Hal ini merupakan bagian dari persiapan yang di lakukan oleh Pemkot Surabaya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang digelar akhir 2015.

Salah satunya mendukung kegiatan Roadshow Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Sukolilo Surabaya, Sabtu (27/6/2015). Kegiatan juga didukung oleh bukalapak.com, Pegadaian, MPM Honda dan berbagai macam pihak terkait.

Roadshow yang dihelat periodik tersebut dihadiri sekitar 40 Usaha kecil menengah (UKM) se-Kecamatan Sukolilo Surabaya. “Selain untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA, Pahlawan Ekonomi ini memberikan wadah bagi para perempuan Kota Surabaya untuk menjadi entrepreneur kreatif dan mandiri,” terang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan sambutan.

Risma juga mengatakan, saat ini peran perempuan bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak-anak, dan mendampingi suami mencari nafkah.

“Secara sosial, peran perempuan sangat sentral dalam masyarakat. Perempuan zaman sekarang harus dapat menyelaraskan dan menyelesaikan semua tugas-tugasnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, di zaman yang semakin maju seperti sekarang, perempuan dapat membatu suaminya dengan menjadi seorang entrepreneur.

“Menjadi seorang pedagang merupakan pekerjaan yang mulia. Dengan demikian kita dapat mengangkat derajat perempuan Kota Surabaya,” tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sementara itu, Suci Ramadhini (34), salah seorang pelaku UKM di Kecamatan Sukolilo,  mengaku dapat menyekolahkan anaknya dari hasil usaha di bidang kuliner.

“Dengan hasil berdagang makanan saya dapat membantu suami saya untuk mencukupi kebutuhan sekolah dua putra saya,” akunya kepada enciety.co.

Ia juga memaparkan, saat memulai usaha modal awal Rp 500 ribu. Saat ini dirinya sudah dapat mengantongi keuntungan Rp 2 juta tiap bulannya. “Saya sangat sepakat dengan apa yang dikatakan Bu Risma, untuk menjadi seorang pedagang harus memiliki kemauan yang keras untuk maju,” tegas warga Manyar Pumpungan itu. (wh)