Pengusaha Sambat Kenaikan Tarif Listrik Industri

Pengusaha Sambat Kenaikan Tarif Listrik IndustriKeputusan pemerintah menaikkan tarif listrik industri mendapat reaksi keras dari kalangan pengusaha. Ketua Asosiasi  Pengusaha Indonesia (Apindo)  Sofjan Wanandi mengatakan kebijakan itu bisa mengakibatkan kalangan pengusaha hengkang dari Indonesia.

“Iklim investasi pasti terganggu. Bukan tidak mungkin akan hengkang rame-rame,” terangnya di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Kenaikan tersebut, lanjut Sofjan Wanandi, dilakukan  secara tiba-tiba. Cukup memberatkan karena angkanya mencapai 64 persen.  Meski  yang naik itu untuk kategori perusahaan besar namun pasti akan berdampak. Salah satunya kemungkinan adanya  penarikan investasi. Sebanyak 61 persen perusahaan besar, kata Sofjan,  mengeluhkan terhadap kenaikan tarif listrik secara drastis.

Mereka, jelas Sofjan, berharap kenaikan tarif listrik sebaiknya bertahap, setiap tahunnya naik sebesar 20 persen. Cara itu dinilai lebih realistis. Sebab kenaikan secara drastis membuat perusahaan sulit untuk bertahan.

Selain itu, kenaikan tarif listrik juga berdampak pada perusahaan yang sudah go public yang jumlahnya mencapai 34 persen. Sofjan menilai, kenaikan tarif listrik itu merupakan kebijakan plin-plan.

“Di satu sisi pemerintah berharap pada perusahaan agar go public, namun di sisi yang lain perusahaan yang go public justru dinaikkan harga listriknya. Ini kan lucu,” jelas Sofjan.

Seperti diketahui, Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk kalangan industri  diputuskan mulai naik 1 Mei 2014 mendatang.  Kenaikan ini diperlakukan bagi industri golongan I3 dengan daya 200 kilovolt ampere (kVa) dan I4 dengan 30.000 kVa. Bagi pelanggan golongan I3 naik sebesar 38,9 persen sedang I4 naik sebesar 64,7 persen.(ram)