Salahi Perda, 4.518 Reklame Surabaya Dibongkar

 Salahi Perda, 4.518 Reklame Surabaya Dibongkar
Aparat Satpol PP Surabaya menertibkan alat peraga umbul-umbul yang dipasang sembarangan. umar alif/enciety.co

Pemeritah Kota Surabaya gencar melakukan penataan reklame. Pasalnya, hingga kini masih banyak pengusaha reklame Surabaya dan masyarakat yang mokong dengan dengan memasang reklame, baliho, banner, umbul-umbul, spanduk  yang melanggar peraturan daerah (perda).

Dari data Satpol PP kota Surabaya, pada bulan Januari dan Februari,  ada 4.518 reklame yang telah ditertibkan oleh tim penegak peraturan perda tersebut.

Kepala Satpol PP Irvan Widyanto mengatakan, pihaknya terus berusaha menertibkan pengusaha reklame dan pemasang reklame yang mokong.

“Bila tidak ditertibkan maka pengusaha dan pemasang reklame akan seenaknya sendiri,” kata Irvan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (7/3/2015).

Dia lalu mengungkapkan data yang lain, yakni terkait reklame insidental berupa umbul-umbul dan banner serta iklan kecil lainnya. Di bulan Januari ada 2.309 reklame incidental yang ditertibkan dan di bulan Februari menurun tinggal 2.040 reklame insidental.

Untuk reklame tetap sendiri berdasarkan data ada 169 reklame di kota Surabaya. Yang terinci di bulan Januari sebnyak 94 objek, dan bulan Februari 75 objek.

Pihak Satpol PP sendiri telah bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) untuk memperketat aturan memasang reklame.

Kata dia, akibat ulah pengusaha reklame dan masyarakat yang seenaknya memasang iklan tersebut membuat wajah estetika kota Pahlawan menjadi rusak.

“Jangan sampai kota Surabaya ini menjadi hutan reklame. Terutama reklame yang melanggar aturan,” tandas Irvan. (wh)