Sajian Bibimbap, Menu Khas Asal Korea

Sajian Bibimbap, Menu Khas Asal Korea

Pelatihan culinary business Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Bibimbap atau nasi campur khas Korea, belakangan sedang hits. Produk ini punya rasa yang hampir sama dengan masakan khas Indonesia yang pedas dan sedikit asam.

“Untuk lidah orang Indonesia, bibimbap sangat disukai,” ujar Chef Joko Santoso, mentor culinary business  Pahlawan Ekonomi Surabaya, di sela acara pelatihan di Kaza City Mall, Minggu (4/8/2019).

Kata Joko, budaya masyarakat Korea hampir sama dengan Jepang. Di mana masyarakatnya menggunakan sumpit sebagai alat makan. Nasi yang dimasak harus dicampur dengan beras ketan supaya lebih punel.

“Supaya mudah untuk disumpit, ya kita buat nasi dengan tekstur lebih punel,” ujar dia.

Untuk bahan campurannya, Joko menjelaskan topping yang digunakan bibimbap sedikit berbeda dengan resep bibimbap pada umumnya. Di antaranya, bahan jamur hitam atau jamur kuping shitake, selada, timun, touge kedelai, dan wortel.

Untuk lauknya, ada telur orak-arik dan daging sapi yang dipotong tipis dan di masak dengan bumbu Korea asem manis. Untuk sausnya, digunakan sambal khas Korea dengan rasa pedas, asam, dan manis.

Joko juga membagikan tips yang dibutuhkan untuk membuat bibimbap. Di antaranya cara mengolah daging sapi supaya teksturnya empuk.

“Jadi ketika kita beli daging, kita alihkan serat-serat dagingnya terlebih dulu. Setelah itu, bilas daging dan bungkus dengan plastik khusus menyimpan makanan. Masukkan dalam lemari es freezer selama dua jam,” tegas Joko yang juga staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) itu.

Tujuan dilakukannya teknik tersebut, sambung Joko, untuk memudahkan saat memotong daging dengan irisan tipis. “Percaya atau tidak, dengan teknik ini teksturnya jadi lebih empuk dan lunak saat kita olah. Tujuannya mengiris daging secara tipis adalah sensasi rasa yang ditimbulkan lebih menarik jika dipadukan bermacam bumbu,” kupas Joko.

Sebagai referensi, kata Joko, bibimbap dapat di bandrol Rp 15 ribu per porsinya. Sedangkan di restoran ternama, menu ini biasa dijual Rp 25 ribu ke atas.

“Untuk memudahkan kita dalam menjual produk ini, bisa dilakukan dengan sistem paket lengkap dengan menu minuman,” papar Joko. (wh)