Saham Logindo 81 Persen Diserap Investor Asing

Saham Logindo 81 Persen Diserap Investor AsingBursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan emiten (perusahaan tercatat) menjadi pemimpin bisnis yang digeluti sehingga minat investor berinvestasi saham menjadi semakin tinggi. Pada gilirannya  membesarkan industri pasar modal Indonesia.

“Diharapkan perusahaan tercatat dapat menjadi pemimpin di bisnisnya sehingga membuat sahamnya likuid,” ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di sela pencatatan saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) di Jakarta, Rabu (11/12/2013)

Ia menambahkan bertambahnya perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal juga akan membesarkan industri pasar modal Indonesia.

Terkait pencatatan saham LEAD, Ito mengapresiasi langkah PT Logindo Samudramakmur Tbk yang  mencatatkan saham di lantai perdagangan bursa justru pada saat gejolak pasar tidak menentu.

“Kami berharap saham Logindo Samudramakmur menjadi pemimpin industri perkapalan migas, sambil berharap BEI dan Logindo berkembang di masa depan,” katanya.

Direktur Utama PT Logindo Samudramakmur Tbk, Eddy K Logam mengatakan bahwa salah satu satu indikator positif, saham perseroan mengalami kelebihan permintaan ketika ditawarkan ke publik.

“Saham perseroan mengalami `over-subscribed` sebanyak dua kali. Saham LEAD juga diserap baik oleh investor asing,” ucapnya. Komposisi peminat saham Logindo sekitar 81 persen diserap oleh investor asing, sedangkan sisanya 19 persen diserap investor dalam negeri.

Menurut dia, kinerja perseroan yang positif membuat investor minat terhadap saham LEAD dan juga merupakan buah dari aksi “roadshow” yang dilakukan perusahaan di beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong dan Malaysia.

PT Logindo Samudramakmur Tbk mencatatkan saham sebanyak 644.257.143 saham dengan komposisi yaitu jumlah penawaran saham perdana 127.380.000 saham, jumlah saham pendiri sebanyak 450.980.000 saham, dan “convertible loan” 65.897.143 saham.

Perusahaan menawarkan harga perdana Rp2.800 per lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Total dana yang diraih dari hasil penawaran saham itu sebesar Rp356,66 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar saham senilai Rp1,803 triliun.(ant/bh)