Sadap Private Message, Facebook Digugat

Sadap Private Message, Facebook DigugatFacebook Inc (FB) digugat atas tuduhan secara sistematis menyadap pesan pribadi (private message) penggunanya pada jaringan sosial. FB pun dituduh mengambil keuntungan dengan berbagi data bersama pengiklan dan pemasar (marketer), seperti yang dikutip Bloomberg (3/1/2014).

Bila pengguna menulis pesan yang menyertakan tautan ke suatu website third-party, Facebook memindai isi pesan berikut link-nya. Kemudian ia mencari informasi profil atas aktivitas pesan website dari si pengirim. Dari gugatan yang diajukan, ada pelanggaran peraturan privasi dan undang-undang persaingan bisnis.

Praktik tersebut mengabaikan privasi dan merusak komitmen Facebook tentang opsi keamanan pada fungsi messaging. Dua pengguna Facebook mengungkapkannya dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal di San Jose, California. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Tuntutan hukum terhadap perusahaan-perusahaan internet dan jaringan sosial melipat gandakan penggunaan balon informasi. Pengguna pun menjadi lebih sadar, berapa banyak informasi pribadi mereka yang disebarkan—seringkali tanpa sepengetahuan mereka. Google Inc, Yahoo! Inc, dan LinkedIn Corp juga menghadapi tuduhan penyadapan komunikasi demi mengeruk keuntungan, baik kepada para pengguna atau non-penggunanya.

Pemindaian “adalah mekanisme Facebook untuk diam-diam mengumpulkan data sebagai upaya peningkatan algoritma pemasaran. “Selain itu, untuk meningkatkan kemampuannya mendapatkan keuntungan dari data tentang pengguna Facebook,” tulis pengacara penggugat, Michael Sobol, 30 Desember 2013.

Juru bicara Facebook, Jackie Rooney mengatakan, perusahaan menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar.

Para penggugat mencari keadilan atas kasus ini sebagai sebuah kelompok , atau class action. Gugatan itu mengatasnamakan semua pengguna Facebook yang telah mengirim atau menerima pesan pribadi dalam dua tahun terakhir. Pesan pribadi itu yang memuat tautan website. Mereka juga meminta Facebook agar dilarang mencegat pesan, yang kemudian membuat kerugian sebanyak USD 10.000 pada setiap pengguna .

Kasus ini tercatat atas nama Matthew Campbell versus Facebook Inc, di Pengadilan Distrik AS, Distrik Utara California (San Jose).(wh)