Ryan Giggs Siap Tinggalkan MU

Ryan Giggs Siap Tinggalkan MU

Inkosinstensi penampilan Manchester United mulai berimbas ke ruang kamar ganti pemain. Dikabarkan Mirror, winger senior Manchester United Ryan Giggs bakal meninggalkan perannya sebagai staf pelatih merangkap pemain di akhir musim ini.  Sikap ini diambil Ryan Giggs karena  merasa sudah tak sejalan dengan pelatih David Moyes dalam menangani tim.

Sepanjang 13 musim karirnya bersama MU, Gigs  telah tampil sebanyak 962 kali dan mencetak 168 gol. Musim ini, ia telah tampil di 21 pertandingan bagi United.

Saat ini, Ryan Giggs menjadi pemain tertua di skuad Setan Merah serta Liga Primer Inggris musim ini dengan usia 40 tahun. Meski tak muda lagi, peran pemain asal Wales itu masih dibutuhkan untuk membimbing para pemain muda United.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki Ryan Giggs, pelatih baru MU David Moyes tak ragu memintanya jadi bagian dari staf kepelatihannya. Namun, hubungan keduanya diklaim tak berjalan mulus.

Keduaya sempat disebut terlibat perang dingin menyusul penampilan inkonsistensi Setan Merah di musim ini. Namun, hal tersebut sempat dibantah keduanya dengan menyebut hubungan mereka baik-baik saja dan siap bekerja sama dalam waktu panjang.

Sementara itu, kabar gembira berhembus dari kubu Manchester United jelang menghadapi Bayern Munchen di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions Eropa. Bek sayap kiri Patrice Evra kemungkinan besar siap turun bermain.

Pemain kebangsaan Prancis itu dilaporkan sempat mengalami masalah saat MU menang telak 4-0 atas Newcastle United akhir pekan kemarin.

Mengingat pentinganya laga tersebut, Evra yakin dirinya bisa pulih dan siap bermain saat MU bertandang ke Allianz Arena, Kamis dini hari (10/4/2014) WIB.

“Saya pikir saya akan fit. Saya menerima sebuah benturan dan saya telah mendapat cedera lutut sebelum menghadapi Aston Villa, jadi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk pulih,” jelas bek 32 tahun itu. 

Lebih jauh, mantan bek AS Monaco itu bertekad tampil habis-habisan dan tak terlalu mempermasalahkan kondisi cederanya.

Liga Champions Eropa merupakan satu-satunya peluang bagi United untuk merengkuh satu trofi di musim ini setelah dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris.

“Terkadang Anda harus bermain di kondisi terbaik dan jujur dengan diri dan rekan setim. Jika Anda siap bermain, Anda harus memberikan segalanya,” lanjutnya.

“Jika Anda bermain buruk, Anda tak bisa mengatakan karena Anda mengalami cedera,” pungkasnya. (ram)