Rute KA Penataran Ekspress Tambah 3 Kali PP

Rute KA Penataran Ekspress Diperpanjang

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 8 memperpanjang rute kereta api (KA) Penataran Ekspress hingga Blitar. Kereta ini awalnya hanya melayani relasi Surabaya-Malang enam relasi atau tiga kali PP.

Manajer Humas PT KAI Daops 8 Sri Winarto menegaskan, perpanjangan rute ini untuk mengakomodir kebutuhan penumpang kereta cepat. Masalahnya untuk rute Blitar-Malang-Surabaya dan sebaliknya hanya kereta lokal lainnya, KA Penataran.

“Diteruskannya relasi KA Penataran Ekspress ini lantaran animo dari masyarakat akan transportasi kereta cepat cukup tinggi. Banyak yang meminta relasi itu tidak hanya sekali ke Blitar, tetapi kami juga memiliki pertimbangan lain,” jelas Sri Winarto.

Dia menegaskan, perpanjangan Penataran Ekspres ini sudah berjalan sejak 6 Februari lalu. Dimana tiket dipatok Rp 40 ribu untuk keberangkatan dari Surabaya hingga Blitar. PT KAI Daops 8 menyebut tarif tersebut bersifat promo selama tiga bulan.

Selanjutnya tarif resmi akan diperkenalkan sebesar Rp 45 ribu untuk perjalanan dari Surabaya-Blitar dan sebaliknya. Tetapi untuk relasi Surabaya-Malang dan sebaliknya, harga tidak mengalami perubahan, Rp 25 ribu.

Sri Winarto menambahkan, KA Penataran Ekspres relasi Surabaya-Blitar PP berjalan sekali sehari, berangkat dari Surabaya Gubeng pukul 07.10 tiba di stasiun Blitar pukul 11.18. Selanjutnya berangkat dari Blitar pukul 12.45 tiba di Surabaya Gubeng pukul 17.17 WIB.

“Dengan waktu tempuh hanya empat jam, KA Penataran Ekspres bisa menjadi pilihan calon penumpang. Kereta ini lebih cepat dibanding moda transportasi lain,” tegasnya. Sementara dalam perjalanannya, KA Penataran Ekspres relasi Surabaya-Blitar berhenti di Stasiun Wonokromo, Waru, Sidoarjo, Lawang, Malang, Kepanjen, Wlingi, dan Blitar.

PT KAI Daops 8 optimistis target load factor (tingkat keterisian) hingga 80 persen bisa tercapai. Rute Surabaya-Malang-Blitar tergolong paling besar volumenya. Selain itu, PT KAI Daops 8 tidak ragu rute Surabaya-Kertosono-Blitar tergerus dengan kehadiran KA Penataran Ekspres di Blitar.

“Tiap-tiap relasi memiliki pasar sendiri. Penumpang dari Blitar menuju Kertosono-Surabaya tidak kalah banyak, dan mereka tetap eksis dengan KA Rapih Dhoho,” tutupnya. (wh)