Rupiah Terus Melemah, Ini Sebab Sido Muncul  Tetap Sehat

 

Sido Muncul Tercatat Saham ke-31 di BEI
Predir PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh pada industri jamu di dalam negeri. Pasalnya semua bahan baku yang digunakan untuk memproduksi jamu hingga kini masih dapat dipenuhi oleh petani lokal.  Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat mengatakan, selain selalu menggunakan bahan baku lokal, pihaknya juga selalu menggunakan mata uang Rupiah untuk bertransaksi termasuk untuk transaksi produk ekspor. “Ekspornya sekitar 5 persen dari semua produk. Ekspor saya juga itungannya Rupiah, pokoknya apa–apa saya pakainya Rupiah,” ungkapnya.

Irwan meyakini, krisis ekonomi yang saat ini terjadi berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 lalu. Pasalnya, krisis ekonomi saat ini lebih banyak diakibatkan oleh faktor dari eskternal dan di rasakan oleh semua negara. “Saya rasa berbeda dengan 1998, karena dulukan krisisnya multidimensi. Sekarang kan krisisnya karena eksternal. Yang kedua semua negara mengalami ini,”ungkap orang nomor satu di Sido Muncul ini.

Menurutnya, Indonesia juga harus dikelola dengan roh bisnis agar semakin besar dan luar biasa. Roh bisnis yang dimaksudkannya, antara lain mengutamakan untuk menghasilkan produk yang baik untuk dijual, menghormati sesama pengusaha, dan membantu kepada mereka yang lemah. “Pasti hasilnya akan lebih dari sekadar perusahaan jamu, kacang, dan kopi. Namun, sangat luar biasa,” tegasnya.

Selain itu kalangan pengusaha juga harus menyadari kewajibannya untuk membantu pemerintah, yakni dengan melalui partisipasi karena berpartisipasi itu hal yang umum, rasional, dan kodrati.”Misalnya, saya buat iklan-iklan Sido Muncul menonjolkan pariwisata di Indonesia, penjelasan mengenai katarak, sampai biaya living cost pasien BPJS. Supaya duit membuat iklan tidak sia-sia,” katanya. (oke)