Rupiah Terpuruk akibat Sentimen The Fed

Rupiah Terpuruk akibat Sentimen The Fed

Nilai tukar rupiah kembali melemah di akhir pekan ini setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diprediksi benar-benar akan menaikkan suku bunganya tahun ini.

Dalam rilis hasil pertemuannya, The Fed mengatakan, penyerapan tenaga kerja yang sangat baik dan penguatan ekonomi saat ini dapat mendorong pihaknya segera menaikkan tingkat suku bunga yang sejak 2006 dipertahankan di dekat nol.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR) Bank Indonesia, Jumat (30/1/2015) menunjukkan nilai tukar rupiah melemah ke level 12.625 per dolar AS. Angka tersebut melanjutkan pelemahan dari perdagangan sebelumnya di level 12.515 per dolar AS.

Data valuta asing (valas) dari Bloomberg juga menunjukkan nilai tukar rupiah tertekan 0,34 persen ke level 12.625 per dolar AS. Sejak awal perdagangan, nilai tukar rupiah terus menunjukkan pelemahan dan sempat menyentuh level 12.636 per dolar AS.

Pada sesi awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah tampak aktif berfluktuasi di kisaran 12.585 -per dolar AS – 12.636 per dolar AS.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta menjelaskan, nilai tukar dolar AS menguat tajam setelah rilis hasil Federal Open Market Committee tentang kenaikkan suku bunga keluar pada hari kemarin. Bersamaan dengan itu, nilai tukar rupiah melemah tajam bersama mata uang Asia lain.

Sementara sentimen dari dalam negeri, fokus para investor akan perlahan beralih pada angka inflasi dan neraca perdagangan yang akan diumumkan pekan depan.

“Rupiah diprediksi masih akan terus berada di bawah tekanan dolar AS,” katanya. (lp6/wh)