Rupiah Anjlok, Harga Perumahan Mewah Naik 20 Persen  

Bangun 1 Juta Unit Rumah, Pemerintah Akan Bentuk Bank Tanah
Bangun 1 Juta Unit Rumah, Pemerintah Akan Bentuk Bank Tanah

Real Estate Indonesia (REI) menyebut anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mempengaruhi harga properti 10 hingga 20 persen untuk perumahan  mewah atau high end.

Ketua Umum REI Eddy Hussy mengatakan, sesuai laporan yang diterima dari developer (pengembang) untuk perumahan mewah atau high end, terjadi kenaikan harga sekira 10-20 persen. “Itu ada kenaikan 10-20 persen, karena ada sebagian komponen impor, seperti lift, kalau mereka pakai marmer, itu impor, yang kitchen set juga impor. Yang itu ada koreksi harga,” kata Eddy di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Sementara untuk pembangunan Rusunami kata Eddy, harganya pun mengalami perubahan tapi tidak signifikan seperti perumahan mewah. Hal ini dikarenakan komponen lokalnya lebih mendominasi dibandingkan barang-barang impor. “Karena keramik lokal, dan kita lihat Krakatau Steel penjualan besi turun, penjualan semen juga turun. Dengan turun penjualan ini saya pikir enggak akan berani tentukan harga,” paparnya. (oke)