Runway Bandara Juanda Diperbaiki Dua Bulan

Runway Bandara Juanda Diperbaiki Dua Bulan
Foto: Bandara Internasional Juanda.cholid juhani/enciety.co

Jam operasional Bandara Juanda dipangkas. Ini menyusul dilakukannya perbaikan landasan pacu (runway) akibat kerusakan darurat sehingga membutuhkan perbaikan secepat mungkin.

Biasanya, Bandara Juanda melayani penerbangan hingga pukul 24.00 atau 01.00. mulai Minggu malam (25/1/2015), sampai pukul 22.00 saja. Ada pemangkasan dua hingga tiga jam operasional.

“Selebihnya akan dipakai untuk perbaikan hingga pukul 05.00,” ujar General Manager (GM) PT Angkasa Pura 1 Trikora Harjo, kepada wartawan di Terminal 2, Bandara Juanda.

Rencananya, terang dia, perbaikan runway sepanjang 410 meter dan lebar 18 meter tersebut butuh waktu dua bulan. Perbaikan dimulai pada Minggu (25/1/2015) pukul 22.00 hingga Senin (26/1/2015) pukul 05.00. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan seperti itu setiap hari, baik di Terminal 1 dan Terminal 2. Bergantung di mana runway yang rusak.

Petugas nantinya melakukan perbaikan landasan pacu hingga mencapai luasan 7.380 meter persegi. Sedang proses perbaikan itu sendiri akan dilakukan setiap malam hingga pagi. Diperkirakan akhir Maret mendatang, tuntas.

“Ini perbaikan normal. Untuk itu kami sudah koordinasi dengan maskapai untuk me-rescheduling jadwal penerbangan mereka,” lanjutnya.

Senin lalu (19/1/2015), runway Bandara Juanda baru saja diperbaiki karena mengalami kerusakan berat. Menurut Trikora, kali ini kerusakan yang terjadi dalam kategori darurat. “Tapi tolong jangan ditulis darurat, ya. Karena ini hanya perubahan jam operasional terbang saja. Dimana jam malam operasional bandara dikurangi,” ungkap Trikora.

Dia juga menegaskan, perbaikan runway tersebut memang memiliki imbas bagi beberapa maskapai. Sebanyak 27 jadwal penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Juanda bakal terganggu.  “Terdiri dari penerbangan internasional dan domestik,” sambungnya.

Di Bandara Juanda sendiri, kata Trikora, ada 14 maskapai penerbangan internasional dan 6 maskapai domestik yang akan mengalami gangguan. Untuk maskapai internasional yang jadwal penerbangannya mengalami gangguan antara lain Eva Air, China Airline, Singapore Airline, dan Cathay Pasific.

Sedangkan untuk maskapai domestik antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Air Asia, Sriwijaya, dan  Citilink. Bila dihitung rata-rata setiap pesawat mengangkut sekitar 180 penumpang. “Ini adalah perbaikan emergency,” tandasnya lagi.

Trikora menambahkan, perbaikan landasan tersebut bila dihitung hanya 0,8 dari luas runway yang ada. Diakui, sejak tahun 2014, sudah ratusan kali runway mendapatkan perbaikan. Lapisan aspal terkelupas bahkan mencapai 148 kali.

“Perbaikan ini akan kami lakukan malam dan besoknya atau paginya bisa dipergunakan lagi untuk penerbangan, demikian terus dilakukan,” terang Trikora.

Mengapa berkali-kali Bandara Juanda landasannya terkelupas? Menurut Trikora, hal ini tidak lepas dari penyebabnya adalah faktor alam. Yakni hujan serta ada kenaikan air tanah di sekitaran bandara tersibuk kedua di Indonesia itu.

Sedianya, pihak bandara akan melakukan berbagai upaya. Di antaranya membuat saluran di kanan kiri landasan agar air tidak masuk.  “Jadi, kenaikan air secara global berimbas ke kawasan bandara. Jadi, sekarang ini kita perbaiki semuanya. Tidak hanya pada luasan tertentu saja,” ujar mantan kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya itu.

Sehubungan dengan perbaikan yang memakan waktu cukup lama, berapa anggaran yang dikucurkan oleh pihak PT Angkasa Pura 1? Trikora mengaku tidak tahu. (wh)