Rumus Sederhana Membuat Laporan Keuangan

Rumus Sederhana Membuat Laporan Keuangan

Doddi Madya Judanto.foto:arya wiraraja/enciety.co

Membuat laporan keuangan menjadi kewajiban yang harus dilakukan pelaku usaha. Salah satu efek positifnya adalah dapat mengukur, mengevaluasi, dan membuat perencanaan terkait usaha.

Hal itu disampaikan Doddi Madya Judanto, advisor Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya dalam acara seminar Digital Marketing dan Financial Management, di Kaza City Mall, Minggu (8/9/2019).

“Sebagai pelaku usaha, kita ingin dapat untung. Sesuai semangat yang diusung Pahlawan Ekonomi adalah “Pasti Laku”. Untuk bisa menghitung laku tidaknya produk kita, ya harus dilihat dari duitnya. Untuk membuktikannya tidak lain dengan laporan keuangan,” kata Doddi.

Kata dia, tolok ukur keberhasilan usaha adalah berapa uang yang diterima. Secara logika, jika produknya laku, pemasukan yang diterima berupa uang. Namun, jika yang diterima janji, dalam laporan keuangan dapat dimasukkan kolom piutang.

“Membuat laporan keuangan itu salah satunya membuktikan produk kita laku. Kedua, mencatat segala macam arus uang. Membuat laporan keuangan ini sebenarnya bukan beban. Fungsinya sangat penting supaya kita bisa tahu usaha kita ini sehat atau tidak,” papar Doddi.

Untuk membuat laporan keuangan, terang Doddi, agar lebih mudah harus dicatat terlebih dulu. Berapa omzet atau pemasukannya. Rumus sederhana, total pendapatan dikurangi modal, maka hasilnya merupakan laba kotor.

“Laba kotor dikurangi biaya rutin bulanan, hasilnya merupakan laba operasi. Lalu, laba operasi dikurangi cadangan dana kelanggengan usaha atau biaya penyusutan dan pajak, hasilnya merupakan laba bersih,” tandas Doddi.

Lewat cara ini, imbuh Doddi, semua dapat mempraktikkan membuat laporan keuangan. Itu berguna untuk menghitung pendapatan usaha semua. “Jika telah berhasil dihitung, kita bisa mengukur perkembangan usaha, ” tutup Doddi. (wh)

Berikan komentar disini