Rumpon Ilegal Diamankan dalam Operasi Benteng Tuna TNI AL

Rumpon Ilegal Diamankan dalam Operasi Benteng Tuna TNI AL

foto:koarmatim

TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan operasi rumpon ilegal di Laut Sulawesi perbatasan ZEE antara Indonesia dan Philipina (garis Bujur 122 s.d. 123) yang digelar pada tanggal 12 sampai dengan 14 Juni 2016.

Operasi rumpon sendiri merupakan operasi untuk memusnahkan atau mencabut rumpon-rumpon ikan ilegal yang tersebar di seluruh perairan Indonesia.

Rumpon atau Fish Aggregating Devices ini merupakan benda terapung baik menetap ataupun bergerak bebas (hanyut), mengambang ataupun berada di dasar laut yang sengaja ditempatkan untuk menarik perhatian dan mengumpulkan kawanan ikan.

Keberadaan rumpon-rumpon tidak berizin ini telah banyak merugikan nelayan lokal/tradisional karena mengubah ekologi perairan yang membuat ikan besar tidak bisa mendekat ke pinggir atau masuk area di bawah 4 mil, sehingga menyebabkan nelayan lokal sulit untuk mendapatkan ikan-ikan yang berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi.

Dalam operasi tersebut, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Soputan-923 yang merupakan Kapal Perang Republik Indonesia jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim dengan sandi “Operasi Benteng Tuna”.

Dalam keterangannya, Komandan Guspurla Koarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M. mengatakan  dalam operasi ini, TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmatim berhasil mengamankan dan mencabut sebanyak 16 pelampung, satu atraktor, satu buah ketinting, serta 16 rumpon berhasil diangkat ke geladak KRI Soputan (SPT-923).
“Diharapkan dengan dibersihkannya lautan Indonesia dari rumpon yang tidak berizin ini, maka kehidupan nelayan Indonesia kembali membaik dengan banyaknya ikan yang berekonomi besar memasuki wilayah teritorial,” kata Komandan Guspurla Koarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M, Sabtu (18/6/2016).

Sampai dengan berita ini diturunkan, barang-barang tersebut sudah berada di geladak KRI Soputan (SPT-923) menuju Bitung untuk diamankan oleh pihak TNI Angkatan Laut. (wh)