RSUD dr Soetomo Tangani Operasi Kembar Siam Banyuwangi

 

RSUD dr Soetomo Tangani Operasi Kembar Siam Banyuwangi
Tim RSUD ddr Soetomo melakukan operasi pemisahan kembar siam asal Banyuwangi, Rahma Anindita Vani Maulida dam Nurul Anindia Vina Maulida.avit hidayat/enciety.co

Sedikitnya 100 dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu (13/8/2014), masih berjuang melakukan operasi pemisahan kembar siam asal Banyuwangi, Rahma Anindita Vani Maulida dam Nurul Anindia Vina Maulida. Operasi yang dilakukan selama 9,5 jam lebih rumit dibanding operasi kembar siam sebelumnya lantaran harus memisahkan hati dan liver.

Anggota tim dokter bedah anak, dr Adria Hariasatwa SpB SpBA K, menuturkan, bagian tersulit dan rumit yang akan dihadapi adalah pemisahan liver. ”Hati dan livernya menyatu. Banyak pembuluh darah di sana, jadi harus berhati-hati,” terangnya.

Dia melanjutkan, pada liver terdapat pembuluh darah besar serta saluran empedu. Bila ceroboh, saluran empedu bisa bocor. ”Menambal saluran itu susah,” bebernya.

Apalagi, bila harus ditambal, hal itu bisa menambah trauma yang semestinya tidak boleh terjadi. Adria menambahkan, bila berhasil memisahkan tanpa merusak saluran empedu, Rahma-Nurul bisa hidup normal. Masing-masing mendapat setengah liver. ”Meski dibagi, nanti hati dan liver mereka bisa tumbuh lagi,” katanya.

Selain dokter bedah anak, tim anestesi yang menjadi pembuka operasi bekerja keras untuk mencegah emergency sebelum operasi. Tim dokter pun dibagi dua kelompok. Yakni, tim yang menangani Rahma dan tim yang menangani Nurul.

Dokter Fajar Perdana SpAn yang menangani Rahma menyatakan, tim anestesi lebih dahulu menginduksi pasien. Hal itu dilakukan atas pertimbangan kondisi Rahma yang bermasalah. Menurut dia, bila Nurul lebih dahulu diinduksi, ditakutkan obat-obatan itu mengalir ke Rahma. ”Kalau Rahma emergency dan diberi obat lagi, dia bisa meninggal,” tegasnya.

Namun, dengan semua persiapan yang matang, tim yakin risiko keparahan jauh lebih kecil. Operasi yang dimulai sejak pukul 09.30 nantinya direncanakan akan berakhir sekitar pukul 19.00. ”Rahma-Nurul bakal dibawa ke ruang operasi GBPT pukul 07.00, baru dilakukan persiapan di sana,” aku Ketua Tim Kembar Siam dr Agus Harianto SpAK.

Sementara itu, orang tua kembar siam, Sika dan Yuda tampak menunggu berjalannya operasi. Sembari terus memantau perkembangan jika suatu waktu dokter menghubunginya. “Kami berdoa agar anak kami bisa dipisahkan dengan selamat,” harap Yuda. (wh)