RPH Surabaya Target Pendapatan Rp 60 Miliar

RPH Surabaya Target Pendapatan Rp 60 Miliar
foto: Pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan Surabaya. avit hidayat/enciety.co

Mulai 2015, Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya akan membeli sapi untuk dijual dagingya kepada masyarakat. Alokasi anggarannya sebesar Rp 300 juta per hari. Kebijakan ini dilakukan untuk mendongkrak laba perusahaan.

Agar mendapat sapi yang berkualitas, RPH menerjunkan tim yang akan mencari sapi sapi di daerah. Kulakan sapi ini rencananya akan dilakukan di daerah seperti Probolinggo, Jember, Bojonegoro dan Tuban. Beberapa daerah ini dikenal dengan ternak sapi yang lumayan bagus.

Direktur RPH Surabaya Nur Wahono mengatakan, nantinya untuk penjualan daging dirinya menargetkan 10 ekor sapi terjual. “Tugas kami diperberat walikota pada tahun ini disuruh menjual daging ke pasaran. Kami tak seperti perusahaan daerah yang lain,” katanya.

Namun target untuk menjual daging sapi ini disikapi optimistis bisa dilakukan RPH. Masalahnya, serapan pasar terhadap daging sapi saat ini masih tinggi. Berapapun persediaan daging yang ada akan terserap pasar.

Namun, menurut Nur Wahono, pihaknya masih sanksi terhadap persediaan sapi di daerah untuk memenuhi targetnya.

Dia mengatakan dengan berjualan daging sapi ini pihaknya optimis bisa meraup pendapatan Rp 60 miliar dengan laba Rp 450 juta. Sebab tahun lalu RPH bisa mendatangkan pendapatan Rp 15 miliar dengan laba Rp 300 juta.

Untuk pemasarannya, RPH akan memanfaatkan jaringan jagal jagal sapi milik RPH. selain itu juga melayani restoran dan perusahaan katering. Sedangkan untuk penyimpanan daging beku RPH kini memiliki 14 lokasi freezer poin di area dekat perumahan.

“Kami siapkan belanja modal Rp 1,2 miliar tahun ini. Naik dibanding tahun lalu Rp 1,1 miliar. Kami akan alokasikan lagi Rp 1,5 miliar tahun depan bila tahun ini sukses,” kata Nur Wahono.

Saat ini, RPH melayani pemotongan hewan dengan tarif, sapi sebesar Rp 50.000/ekor, kambing Rp 7.500/ekor dan babi Rp 65.000/ekor. Dalam sehari, RPH rata-rata memotong sebanyak 180 ekor sapi dan 40 ekor kambing. Sedangkan babi pemotongannya dua hari sekali dengan jumlah 180 ekor. Pemotongan babi menyumbang pendapatan terbesar. (wh)