Rp 76,9 M untuk Bebaskan Lahan Frontage Road Sisi Barat

Rp 76,9 M untuk Bebaskan Lahan Frontage Road Sisi Barat
foto: enciety.co

Pembebasan lahan frontage road (FR) sisi barat Jl. Ahmad Yani sudah beres. Selanjutnya, Pemkot Surabaya tinggal fokus pada pengerjaan fisik jalan. Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati, Senin (5/10/2015).

Erna mengatakan, dana pembebasan lahan milik restoran Primarasa, Galeri Seafood dan Pecel Nganjuk sudah dibayarkan. Kalau pun saat ini bangunan masih berdiri, hal itu dikarenakan memang ada kebijakan tenggat waktu pembongkaran selama satu bulan sejak tanggal pembayaran ganti untung dari DPUBMP.

Dia lantas memerinci, pembayaran pembebasan lahan Primarasa dilakukan pada 8 September 2015. Sedangkan Galeri Seafood pada 22 September 2015 dan Pecel Nganjuk tertanggal 2 Oktober 2015. “Jadi, mereka diberi waktu satu bulan untuk pembongkaran,” papar Erna.

Di samping ketiga lahan tersebut, satu lahan atas nama Sahlan dalam proses konsinyasi. Lahan tersebut berada di wilayah lahan milik Pusvetma yang telah dihibahkan kepada Pemkot. Terkait hal ini, Erna menyatakan, paling lambat November mendatang sudah ada eksekusi di lapangan agar proyek FR A. Yani sisi barat bisa dilanjutkan pengerjaannya.

Pengerjaan fisik FR sisi barat mulai City of Tomorrow (Cito) hingga bundaran dolog sepanjang 2,1 km sudah klir. Sementara dari bundaran dolog hingga Royal Plaza masih terkendala Hotel Cemara. Namun demikian, Erna menyatakan bahwa pembebasan lahan Hotel Cemara sudah deal. “Pelunasannya tinggal tunggu perubahan anggaran kegiatan (PAK),” terangnya.

Hingga saat ini, Pemkot sudah menghabiskan dana Rp 76,9 miliar untuk pembebasan lahan FR A. Yani sisi barat. Sedangkan, untuk pembebasan lahan FR A. Yani sisi timur, tidak terlalu menyedot APBD. Yakni sebesar Rp 6,3 miliar.

Kabid Perancangan dan Pemanfaatan DPUBMP Surabaya, Ganjar Siswo Pramono, menambahkan, FR sisi barat memiliki lebar jalan 18 meter terdiri atas 4 lajur. Lebar pedestrian 4 meter. Selain itu, Pemkot juga telah menyiapkan jalur tambahan khusus angkutan massal cepat (AMC) selebar 4 meter. “Saat ini jalur tambahan itu belum bisa dilewati. Sengaja kami tanami pepohonan agar tidak disalahgunakan pemanfaatannya. Nanti, jika dirasa perlu dapat digunakan untuk jalur AMC,” katanya.

Terkait antisipasi musim penghujan, warga tak perlu khawatir FR A. Yani akan tergenang. Sebab, Pemkot telah mengantisipasi dengan menyiapkan saluran air dengan ukuran 2×2 meter di bawah pedestrian. Tak hanya itu, saluran eksisting yang posisinya di tengah jalan juga akan dilebarkan menjadi 3 sampai 4 meter.

“Perawatan saluran air di FR A. Yani cukup mudah. Sebab, sebelum air masuk ke saluran, air lebih dulu melewati BTA (box tampungan air). Nah, biasanya endapan pasir lebih banyak di BTA itu. Tidak sampai masuk ke saluran utama. Perawatan kami lakukan secara berkala guna memastikan saluran tidak tersumbat,” tandas Ganjar.(wh)