Rp 165 Triliun Dana Jangka Pendek Bakal Masuk Akibat Tax Amnesty

Rp 165 Triliun Dana Jangka Pendek Bakal Masuk Akibat Tax Amnesty

Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/7/2016).

Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang digagas pemerintah saat ini diprediksi mampu menghadirkan dana jangka pendek Rp 165 triliun.

Hal itu disampaikan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (15/7/2016).

Kata dia, sebenarnya yang harus dicermati oleh kita semua adalah potensi pajak yang dihasilkan pemerintah pada tahun 2017 dan 2018 ketika kebijakan tersebut berjalan.

“Setahun hingga dua tahun lagi, skala perekonomian kita bakal semakin membesar ketika tax amnesty diberlakukan. Hal itu dikarenakan kita tidak pernah mengukur angka aset atau harta kekayaan dari masyarakat yang sudah 20 tahun melakoni usaha namun belum pernah sekalipun melaporkan asetnya, itu salah satunya,” tutur dia.

Selain itu, kita juga dapat melacak aset-aset masyarakat kita yang ada di luar negeri. Tax Amnesty juga menghadirkan keterbukaan potensi-potensi usaha yang dapat mengerek laju perekonomian Indonesia.

“Selama ini aset-aset dan harta kekayaan tersebut belum dibukukan dan di inventarisir dengan baik oleh berbagai lembaga yang ada. Ketika negara dapat menemukan dan menginventarisir aset-aset tersebut, negara mampu menghitung dan merencanakan kebijakan bagi pertumbuhan ekonomi nasional hingga beberapa waktu kedepan,” urai Kresnayana yang juga merupakan pakar Statistika ITS Surabaya itu.

Ia mengimbuhkan, pemberlakuan kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menertibkan usaha dan harta kekayaan masyarakat. Sebenarnya, ketika masyarakat membayar pajak, berarti secara tidak langsung masyarakat telah mempercayai negara.

Perlu dicermati oleh masyarakat, petugas pajak adalah orang-orang yang sangat profesional di bidangnya. Ketika ditemukan penyelewengan dana pajak, petugas tersebut bakal dipecat.

“Dengan demikian, pemberlakuan tax amnesty sangat diperlukan oleh kita semua. Karena dengan diterapkannya kebijakan tersebut ke depan kita dapat menghitung kekuatan ekonomi negara,” papar dia. (wh)