Rona Imlek : Jual Kue Bulan sampai Bandeng

Rona Imlek : Jual Kue Bulan sampai Bandeng

 

Tidak hanya warga Tionghoa yang gembira menjelang perayaan Imlek atau Sin Cia 2565 tahun ini yang jatuh pada Jumat (31/2014). Para Pedagang bandeng di pasar tradisonal juga merasakan kebahagaiaan dalam perayaan tersebut.

Suharti, salah satun pedagang ikan bandeng di Pasar Pabean, mengatakan setiap tahunnya, dirinya bersama pedagang ikan lain selalu memesan ikan bandeng yang besar di petani tambak bandeng untuk perayaan pergantian tahun China tersebut.

“Yang laku jelang Imlek adalah bandeng yang beratnya lebih dari 3-5 kilogram saja,” terangnya, Rabu (29/1/2014).

Menurut dia, bandeng-bandeng besar tersebut biasanya dipesan di pesisir Gresik dan Lamongan. Mereka telah menyiapkan bandeng besar tersebut untuk dijual kepada umat Khonghucu.

Sekilonya, bandeng seberat minimal 3 kilo tersebut dijual Rp 30-35 ribu. Sedangkan dengan berat 5 kilo harganya mencapai Rp 40-45 ribu. “Semakin besar maka akan semakin mahal perkilonya. Mungkin untuk gengsi ya semakin besar bandeng semakin diburu,” ujar Suharti, lalu  sambil tersenyum.

Chyntia, salah satu pembeli saat dijumpai memilah ikan bandeng di pasaar kawasan Surabaya Utara itu, membenarkan untuk perayaan Imlek yang dicari adalah bandeng besar bukan yang kecil.

Bandeng besar tersebut menurutnya tidak hanya untuk suguhan makan sekeluarga umat Khonghucu yang merayakannya. Namun juga untuk sajian bagi leluhur yang telah meninggalkan keluarga tersebut.

“Selain bandeng, keluarga juga wajib menyediakan kue keranjang atau kue bulan, jeruk, yee sang, dan lainnya,” jelasnya.

Lantas, mengapa sajian yang harus disajikan dalam perayaan Imlek adalah bandeng? Chyntia menerangkan bahwa hal itu adalah sebuah tradisi dari nenek moyangnya. Warnanya yang putih mengkilap menurutnya adalah melambangkan keberuntungan.

“Juga bandeng berasal dari ‘yu’ yang artinya kehidupan. Maka diharapkan mencapai kehidupan yang hakiki baik di dunia maupun nirwana bagi yang menyajikannya,” ujarnya.(wh)