Roadshow di Rungkut, Risma Singgung Perputaran Uang Rp 20 Triliun

Roadshow di Rungkut, Risma Singgung Perputaran Uang Rp 20 Triliun
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Roadshow Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Rungkut Asri Barat, Rabu (17/6/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Untuk mewujutkan masyarakat Surabaya yang mandiri secara ekonomi, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Pahlawan Ekonomi, Bukalapak.com, Pegadaian menggelar Roadshow Pahlawan Ekonomi 2015 di Rungkut Asri Barat, Rabu (17/6/2015).

Dalam acara ini, para penggiat ekonomi se Kecamatan Rungkut memamerkan produk kreatif mereka. Acara tersebut juga di hadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan segenap jajarannya.

Dalam sambutannya Risma mengatakan bahwa saat ini pendapatan terbesar Negara Amerika Serikat didapatkan dari sektor ekonomi kreatif. “Penghasilan terbesar Amerika bukan didapat dari perusahaan pembuat pesawat terbang, mobil atau industri besar lain. Pemasukan itu didapatnya dari Facebook, Twitter dan lain sebagainya,” ungkap Risma.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perputaran uang di Kota Surabaya per tahun mencapai Rp 20 triliun, sedangkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya pertahunnya adalah Rp 7,6 triliun. “Sebagai rakyat Surabaya, kita harus ikut aktif masuk dalam perputaran ekonomi tersebut, caranya adalah dengan menjadi seorang penggiat ekonomi kreatif,” bebernya.

Pada Desember 2015, Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) akan masuk ke Indonesia dan wilayah Kota Surabaya. Risma menegaskan, MEA tidak hanya membawa industri ekonomi yang levelnya besar seperti perusahaan telekomunikasi dan transportasi.

“Harus di cermati, MEA juga membawa industri kecil dan industri kreatif masuk ke Indonesia, dengan menjadi penggiat industri kreatif kita dapat bersaing dengan mereka,” terusnya.

Risma juga menyampaikan bahwa negara lain sangat suka mengembangkan usahanya di Indonesia karena populasi penduduknya yang besar. Dengan populasi penduduk sebesar 3,2 juta, Kota Surabaya merupakan pasar yang sangat besar.

“Saya berharap, Surabaya mampu menjadi kota produsen dan bukan menjadi kota konsumen,” imbuhnya.

Selain itu, Risma juga berkeinginan untuk mengembalikan kejayaan Surabaya sebagai kota dagang, seperti dua abad yang lalu. Hal ini terbukti oleh arsip yang dimiliki Kedutaan Amerika Serikat yang ada di Kota Surabaya.

Risma menjelaskan bahwa Amerika Serikat membuka kantor kedutaannya di Kota Surabaya mulai abad ke 18, tepatnya tahun 1813. “Hal ini dikarenakan Surabaya adalah salah satu kota dagang ternama di dunia,” jelasnya dengan penuh semangat.

Setelah menyampaikan sambutannya, Wali Kota Tri Rismaharini menyempatkan diri untuk berkeliling lapak-lapak Pahlawan Ekonomi se-Kecamatan Rungkut. (wh)