RNI Bakat Tutup Dua Pabrik Gula karena Tak Efisien

 

RNI Bakat Tutup Dua Pabrik Gula karena Tak Efisien

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) bakal menutup dua pabrik gula (PG) yang dimiliki, yakni PG Karangsuwung dan PG Sindang Laut. Selain tak efisien, luas lahan perkebunan tebu di wilayah kedua PG juga alami penyusutan karena petani berpindah ke komoditas hortikultura.

“Saat ini PG yang sudah pasti akan ditutup tersebut adalah PG Karangsuwung. Kami mempertimbangkan akan menutup dua PG termasuk PG Sindang Laut,” tegas Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro, Jumat (17/10).

Saat ini RNI memiliki 10 PG yang tersebar dibeberapa wilayah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta. Beberapa PG tersebut antara lain, PG Krebet Baru, PG Rejo Agung Baru, PG Sindang Laut, PG Karangsuwung, PG Tersana Baru, PG Jatitujuh, PG Subang, PT PG Candi Baru.

Selain menutup dua PG, pihaknya juga akan segera merevitalisasi PG yang berada di Malang, yakni PG Krebet Baru. Meski tidak merinci investasi yang dikeluarkan, namun ia menegaskan jika revitalisasi PG tersebut yakni dengan menaikkan kapasitas produksi dari 12.000 TCD menjadi 18.000 TCD.

Bisnis gula RNI kini juga masih mengalami kendala. Seperti perusahaan BUMN lain yang juga bergerak di bidang pergulaan, RNI mengeluhkan peredaran gula rafinasi dipasar konsumsi. Akibatnya, harga lelang gula anjlok dan bahkan tidak laku lagi. Hal itu berdampak pada stok gula yang berada di produsen gula menumpuk di gudang-gudang penyimpanan.

Gula milik RNI, kata dia, kini tercatat sekitar 200 ribu ton gula kristal putih (GKP) yang tidak laku dijual. Jumlah tersebut diproyeksi akan terus bertambah seiring dengan musim guling tebu yang diproyeksi akan selesai pada November mendatang.

Akibat kondisi ini, Ismed khawatir pendapatan perusahaan akan terpengaruh. “Pendapatan hancur, 60% pendapatan RNI berasal dari gula. Beruntung RNI memiliki alur bisnis yang lain,” kata Ismed.

Pada tahun ini lelang gula RNI jauh dari yang diharapkan. Sempat menyentuh Rp 8.500 per kilogram (kg) sesuai HPP. Namun harga lelang gula kemudian terus melandai ke harga Rp 7.900 per kg. Bahkan, beberapa kali lelang sempat dibatalkan lantaran tidak ada yang membeli.

RNI sendiri menargetkan produksi gula sebanyak 160.000 ton. Target ini naik 6,66% ketimbang realisasi produksi gula RNI tahun lalu yang sebesar 150.000 ton. Sementara itu, untuk pendapatannya RNI menargetkan Rp 450 miliar. (wh)