Ritual Bersihkan Rupang Dewa di Klenteng Cokro

Ritual Bersihkan Rupang Dewa di Klenteng Cokro
Kegiatan pencucian rupang dewa di klenteng cokro yang dilakukan umat Khonhucu jelang Imlek

Menyambut Imlek 2567 yang akan jatuh pada Senin (8/2/2016) nanti, beberapa klenteng di Surabaya mulai melakukan berbagai ritual. Salah satu di antaranya pembersihan rupang dewa dengan air suci.

Seperti dilakukan pengurus Klenteng Hong San Ko Tee atau yang lebih dikenal dengan klenteng Cokro ini. Bersama puluhan umat Khonghucu lainnya, para pengurus melakukan pembersihan rupang dewa.

Sebelum melaksanakan pencucian patung, terlebih dahulu semua pengurus dan umat Khonghucu yang membantu diharuskan melakukan pembersihan terhadap dirinya sendiri. Mulai keramas hingga melakukan puasa selama tiga hari tidak boleh memakan makanan yang bernyawa.

“Bila semua persyaratan terpenuhi baru kami lakukan ritual atau persembahyangan sebelum melakukan pencucian patung dewa-dewa itu,” kata Yuliani, pengurus Klenteng Cokro kepada enciety.co, Rabu (3/2/2016).

Saat melakukan pencucian terhadap ratusan rupang tersebut, umat dan pengurus klenteng menggunakan bunga mawar merah yang diisi dengan air suci yang dimasukkan baskom dan memakai sabun sebelum dikeringkan dengan kain lap.

Menurutnya, ritual pemandian patung dewa dewi dilakukan menunggu jiwa dewa-dewi ini naik ke nirwana 6 hari sebelum perayaan Imlek agar nantinya bila mereka kembali patung tersebut sudah dalam bersih.

Di klenteng yang beralamatkan di jalan Cokroaminoto 12 tersebut, terdapat ratusan patung dan memiliki 9 dewa-dewi yang diagungkan umat Khonghucu. Ke-9 dewa-dewi itu di antaranya Ma Cho, Kong Co (dewa neraka), Kwan Kong (panglima perang), Dewi Sri (dewi kesuburan), Kong Tee Tjoen Ong dan Tri Nabi Agung (taoisme, Budhist, Konghucu)

Untuk patung dewa Kong Tee Tjoen Ong dianggap adalah yang tertua dari semua rupang yang ada karena memiliki sejarah panjang. “Umurnya mungkin sudah ratusan tahun. Karena menurut cerita leluhur kami, rupang Kong Tee Tjoen Ong itulah yang menjaga tempat ibadah kami ini,” tutupnya. (wh)