Ritel Nasional Diperkirakan Tumbuh 4 Persen

Ritel Nasional Diperkirakan Tumbuh 4 Persen

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya. foto:arya wiraraja/enciety.co

Memasuki Juli 2017, pertumbuhan industri ritel perlahan namun pasti makin menunjukkan nilai positif. Semester pertama, industri ritel nasional tumbuh sekitar 3,8 persen. Pada semester kedua diperkirakan dapat tumbuh sekitar 4 persen.

“Pertumbuhan industri ritel nasional kita sangat dipengaruhi oleh cara dan gaya belanja. Dahulu orang antre untuk berbelanja di mal atau pertokoan. Namun sekarang pola belanja tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan dunia digital,” kupas Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (30/7/2017).

Kata dia, pola belanja masyarakat sangat dipengaruhi oleh metode promosi yang dilakukan para pelaku usaha yang kini lebih menggunakan dunia digital. Hasilnya, banyak transaksi yang dilakukan tanpa harus datang ke mal atau pertokoan.

“Dulu, metode promosi yang digunakan menggunakan selebaran dan lain sebagainya. Namun kini, metode promosi yang dilakukan langsung menyasar person to person dengan cara mengirim promosi ke gadget,” tegas pakara statistic ITS itu.

Kresnayana juga menjelaskan, pada semester pertama banyak capaian perekonomian yang harus diapresiasi. Di antaranya nilai inflasi yang sangat terkendali, jumlahnya hanya mencapai 2,4-2,6 persen.

Nilai inflasi itu terbilang kecil dan stabil mendatangkan banyak capaian positif. Di antaranya nilai uang yang ada di masyarakat sangatlah tinggi. “Meskipun di awal bulan Ramadan ada sedikit permasalahan, namun, pada saat Hari Raya Lebaran tahun ini tidak ditemukan gejolak harga yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional,” tandas Kresnayana.

Selain itu, imbuh dia, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IDX Composite) juga melonjak. Nilainya kurang lebih mencapai 5.829 poin. Lalu, untuk nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (USD) juga mencapai nilai stabil, yaitu Rp 13,25 ribu per USD.

“Secara general, pada semester pertama tahun 2017 ini, kondisi perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5,1 persen. Pada semester kedua 2017 nanti, diperkirakan bakal terus tumbuh mencapai angka sekitar 5,2 persen,” pungkas Kresnayana. (wh)