Ritel Modern Dorong Pasarkan Produk UMKM Jatim

Ritel Modern Jatum Dorong Pasarkan Produk UMKM

 

 

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus terus tumbuh. Karena itu, UmKM perlu didorong dalam memasarkan produk-produk kendati pelaku usaha seringkali terkendala pada kapasitas produksi.

Kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produknya di outlet modern makin luas,” tegas Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jawa Timur (Aprindo ) Jatim Qomaruzaman.

Ia mengatakan, tuntutan ini sejalan dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan 70/2013. Aturan itu mengenai Pedoman Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

’’Walaupun sebenarnya jauh sebelum aturan itu ditetapkan, peritel modern sudah menyediakan tempat bagi produk UKM,’’ tutur Qomaruzaman.

Saat ini, imbuh Qomaruzaman, porsi produk UMKM yang dipasarkan di ritel modern relatif masih sedikit. Rata-rata dari total gerai ritel modern baru sekitar 10 persen. Terbanyak untuk makanan kering, kemudian makanan basah dan nonmakanan seperti kerajinan tangan.

Dikatakannya, masih rendahnya persentase produk UKM yang dipasarkan bukan tanpa alasan. Menurutnya ada standar yang harus dipatuhi pelaku usaha UKM. ’’Seperti kemasan yang menarik dan isi yang berkualitas. Sebab, ujung-ujungnya kembali pada minat konsumen untuk membeli produk tersebut,’’ jelasnya.

Tidak itu saja, kendati sudah memenuhi standar yang ditetapkan, pelaku usaha menghadapi persoalan lain. Yakni, keterbatasan kapasitas produksi dan manajemen distribusi. ’’Ada produk yang menurut kami sudah bagus dan bisa  dipasarkan.

Ternyata produk itu meledak di pasaran, sehingga suplai tidak bisa mengimbangi tingginya permintaan lantaran terkendala pada kapasitas produksi. Selain itu pendistribusian barang juga menjadi persoalan tersendiri, karena satu peritel memiliki beberapa gerai,’’ terangnya seperti yang dilansir kominfo.jatimprov.go.id.

Itu sebabnya, menurut Qomaruzaman, para pelaku UMKM perlu permodalan yang membuat mereka bisa mengembangkan bisnisnya. Selain itu, pembinaan juga masih diperlukan mengingat potensi pemasaran di ritel modern masih terbuka lebar.

Untuk pembinaan ini, diperlukan wadah khusus yang difasilitasi oleh pemerintah. ’’Yang kami inginkan, ada mediator yang memfasilitasi produk UKM sebelum masuk ke ritel modern. Selama ini kerjasama dilakukan dengan store masing-masing,’’ paparnya. (wh)