Risma : Warga Surabaya Toleran Wujudkan Ekonomi dan Keamanan

Risma : Warga Surabaya Toleran Wujudkan Ekonomi dan Keamanan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri di EAS di JW Marriott, Senin (5/12/2016). foto:sandhi nurhartanto

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha untuk membangun kesadaran warga secara keseluruhan tanpa melakukan penyekatan-penyekatan. Diharapkan dengan tidak adanya perbedaan di antara warga Surabaya, dapat mewujudkan perekonomian dan keamanan daerah.

“Kami tidak ingin ada pengelompokan warga kaya dan miskin. Kita harus bersama-sama untuk membangun warga agar lebih toleran antara yang miskin dan kaya guna mewujudkan keamanan untuk perekonomian daerah dan negara,” tegas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara East Asia Summit (EAS) Regional Seminar For Capacity Building To Prevent and Counter Violent Extremism di JW Marriot hotel, Senin (5/12/2016).

Peraih Ideal Mother Award 2016 dari Mesir ini melanjutkan, Pemkot Surabaya akan melakukan pendataan dan pendekatan rutin secara terus menerus. Ini untuk mengetahui perkembangan warga Surabaya.

Menurut Risma , Kota Surabaya sendiri merupakan pusat pergerakan ke Indonesia Timur. Dan, Pemkot Surabaya harus berhati-hati untuk menyelesaikan persoalan warga Surabaya yang muncul dari bawah.

“Kami sudah petakan cuma ndak bisa sampaikan program yang akan dijalankan dan saya mohon maaf. Namun, kami sekarang sedang mendata warga Surabaya yang terkena PHK untuk melakukan pencegahan. Jangan sampai mereka dimasuki oleh permasalahan terorisme,” ujar Risma.