Risma Ungkap Rahasia Keberhasilan Desain Surabaya

Risma Ungkap Rahasia Keberhasilan Desain Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri Forum Alumni Arsitektur ITS Surabaya. Acara ini masuk dalam rangkaian Perayaan Dies Natalis ke-50 Jurusan Arsitektur ITS yang dihelat, Jumat (4/9/2015). foto: Arya Wiraraja/enciety.co

Perayaan Dies Natalis ke-50 Jurusan Arsitektur ITS dijadikan ajang silaturahmi antar alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak ketinggalan, Wali Kota Surabaya Dr HC Ir Tri Rismaharini MT, yang menjadi tamu kehormatan pada acara bertajuk Forum Alumni yang dihelat Jumat (4/9/2015), ini memaparkan bagaimana sepak terjangnya sebagai seorang aristek dan perencana.

Acara ini dihadiri baik dari angkatan pertama yakni A-1 hingga angkatan A-46 yang baru saja lulus tahun 2015 ini. Dikatakan Ketua Jurusan Arsitektur ITS, Ir Purwanita Setijani MSc PhD, forum alumni merupakan wadah yang disajikan bagi para alumni Jurusan Arsitektur ITS untuk dapat bertukar pikiran demi pengembangan jurusan ke depan.

Di sisi lain, forum ini juga merupakan tempat pemaparan karya dan inovasi yang sudah dibuat oleh alumni. Seperti halnya oleh Risma, sapaan Tri Rismaharini, yang merupakan alumni angkatan A-15 yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi kelangsungan perkembangan Kota Surabaya. Berbicara tentang Risma, pasti sudah tidak asing lagi dengan taman. Padahal, menurut perempuan kelahiran Kediri ini, branding-nya tidak semata-mata soal taman saja.

“Saya sebenarnya juga mengurus infrastruktur lain semisal membuat sekolah, sanitasi, lahan terbuka hijau, dan lain-lain,” tandasnya.

Semuanya itu, tambah Risma, sudah diatur by design olehnya sebagai seorang perencana. “Jadi semuanya berdasarkan fungsinya, baru desainnya yang menyesuaikan bagaimana baiknya,” terangnya kepada lebih dari 70 alumni lintas angkatan yang hadir di Ruang Djelantik Jurusan Arsitektur ITS.

Risma mengungkapkan, ketika ia hendak membuat sesuatu, maka ia berkeyakinan bahwa sesuatu itu pasti bisa diterapkan karena awalnya berangkat dari fungsi bukan pencitraan semata. Baginya, harga bukanlah soal, sebab kekuatan dan ketahanan produk adalah yang terpenting. Ia bercerita, ketika membuat pedestrian di daerah Gubeng sebenarnya yang mahal bukanlah penutup atasnya, tapi struktur bawahnya.

“Itu atasnya pakai granit saja, tapi bawahnya yang rumit,” ungkap ibu dua anak ini.