Risma Tuntut Unilever ke Jalur Hukum

 

Risma Tuntut Unilever ke Jalur Hukum

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengancam akan menuntut secara hukum PT Unilever selaku pemilik merek Wall’s. itu disebabkan acara Wall’s Ice Cream Day yang diselenggarakan di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (11/5/2014) merusak taman kota yang telah susah payah ia bangun bersama warganya.

Dengan wajah bersungut-sungut dan mata yang sembab, Risma mendatangi tenda panitia Wall’s. Risma meluapkan amarahnya karena Wall’s dianggap merusak taman yang memperoleh penghargaan The 2013 Asian Townscape Award (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), November 2013 lalu.

“Kalian tidak punya izin ngadain ini, lihat semuanya rusak! Kami bangun ini nggak sebentar, biayanya juga nggak sedikit. Kalian seenaknya merusak. Saya akan tuntut kalian!” seru Risma. Panitia acara Wall’s tertegun melihat perempuan nomor satu di Surabaya itu memarahinya dengan muka memerah.

Wali kota terbaik bulan Februari versi Citymayors.com itu langsung mengontak kepala DKP, Chalid Buchari melalu Handy Talkie (HT). “Tolong komunikasi bidang hukum. Kita tuntut dua hal, pidana dan perdata. Tolong dua tuntutan. Astaghfirullah, rusak semua,” ujar Risma sambil terus mengelus dada.

Menanggapi ancaman tuntutan pidana oleh pemkot, pihak penyelenggaran mengaku siap bertanggung jawab. Namun mereka berharap komunikasi dengan pemkot dapat dilakukan sebelum dibawa ke jalur hukum.

“Kami siap tapi kami sangat berharap bisa bertemu dulu, audensi untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi,” kata Head Corporate Communication PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto.

Menurut dia, kegiatan bagi-bagi es krim gratis tersebut di luar dugaannya sebagai panitia. “Sebab animo masyarakat sangat tinggi,” tambah Maria.

Acara dimulai pukul 06.00 WIB tadi pagi dan langsung di bubarkan sejam kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB oleh Dinas Pertamanan karena kerumunan masyarakat merusak taman kota dan menimbulkan kemacetan total.

Meski demikian, masyarakat mesih terus berdatangan hingga pukul 10.00 WIB dan memadati seluruh ruas jalan yang menuju ke Taman Bungkul. Baik itu jalan protokol dari perempatan Darmo hingga perempatan Wonokromo, maupun jalan-jalan kecil di sekitar diantaranya, Progo, Jalan Serayu, Ciliwung, Cimanuk hingga Jalan Diponegoro juga kena imbas macet.

Sementara itu, sesaat setelah kedatangan Risma, tenda Wall’s terlanjur dibongkar dan sebagian besar panitia sudah tak terlihat di lokasi. (wh)