Risma Tularkan Ilmu pada Wali Kota Metro Lampung

Risma Tularkan Ilmu pada Wali Kota Metro Lampung
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wali Kota Metro, Lampung Lukman Hakim.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus terbuka kepada berbagai daerah yang ingin meninjau Surabaya lebih dekat. Seperti yang terlihat Kamis (25/9/2014), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbagi ilmu kepada Wali Kota Metro, Lampung Lukman Hakim saat mengunjungi Surabaya.

Lukman Hakim mengaku sangat tertarik dengan perkembangan Surabaya selama ini. Khususnya terkait pelayanan publik kepada masyarakatnya, Surabaya telah menerapkan berbagai inovasi melalui teknologi yang berkembang.

“Kunjungan kami ke Surabaya karena kami ingin mendapatkan ilmu lebih banyak. Kami ingin belajar atas keberhasilan Surabaya. Karena itu, kami juga mengajak serta tim kerja sama daerah (TKSD). Bagi kami, tidak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri, belajarnya ke Surabaya saja,” kata Lukman Hakim.

Bersama dengan jajaran Pemkot Metro dan didampingi Ketua DPRD Kota Metro, Lukman terlihat diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran SKPD Pemkot Surabaya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut, wali kota Metro beserta rombongan, menanyakan banyak hal demi mengetahui kiat-kiat Walikota Risma dalam penyediaan pelayanan publik di Surabaya.

Mulai dari membangun potensi sumber daya manusia, penataan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL), optimalisasi lahan pertanian, pengurusan administrasi kependudukan, hingga cara untuk meningkatkan partisipasi warga dalam program pembangunan kota.

Dikatakan Lukman, dirinya menyadari, Kota Metro yang memiliki luas wilayah 68,74 kilometer persegi dengan total populasi warga 160 ribu jiwa, akan sulit berkembang seperti Surabaya. Namun, menurutnya, yang paling penting adalah adanya semangat dan kemauan untuk belajar.

“Kota kami terus berbenah. Kami sudah mendapat Adipura, tetapi kami ingin tingkatkan lagi. Apalagi setelah melihat di Surabaya, sama sekali tidak ada sampah berceceran di jalan-jalan. Karena itu, kami ingin bekerja sama dengan Surabaya dalam penyediaan pelayanan publik,” sambung dia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan Pemkot Metro. Menurutnya, jika ke depannya ada semakin banyak kota atau kabupaten yang maju, berarti Indonesia akan semakin bagus.

“Bukan berarti yang bertanya itu enggak ngerti dan bukan berarti kami lebih pintar. Kami hanya melakukannya lebih dulu. Intinya ilmu itu jangan disimpan saja,”ujar Risma.

Risma menunjukkan menunjukkan pruks UMKM Surabaya  yang siap bersaiang di level ASEAN.
Risma menunjukkan menunjukkan pruks UMKM Surabaya yang siap bersaiang di level ASEAN.

Wali Kota yang telah membawa Surabaya meraih banyak penghargaan level nasional dan internasional ini kemudian “mengajak jalan-jalan” walikota Metro bersama rombongan melalui paparan di layar display.

Mulai dari cara pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan pertanian warga melalui kampung budidaya pertanian dan urban farming, penataan sentra PKL hingga kiat mengintegrasikan pelayanan publik dengan teknologi. Termasuk pemanfaatan CCTV untuk pengaturan arus lalu lintas.

“Setiap tahun, jumlah pegawai kita berkurang karena ada yang pensiun. Itu kita atasi dengan pemakaian teknologi informasi untuk pelayanan publik. Warga senang karena selain lebih transparan, juga memangkas waktu karena pelayanan bisa lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Kita harus membuat trust pada masyarakat bahwa pemerintah layak dipercaya. Caranya dengan membuat semua transparan,” jelas Risma.

Risma juga menjelaskan perihal upaya Pemkot Surabaya dalam melakukan efisiensi anggaran. Salah satunya dengan meniadakan kegiatan Pemkot Surabaya di hotel. Termasuk juga tentang bagaimana cara mendorong partisipasi warga.

“Kita beri contoh dengan ikut turun langsung. Seperti kerja bakti tiap Jumat pagi. Jadi tidak hanya sekadar teori atau perintah. Lama-lama warga juga akan terbiasa sehingga akan melakukannya sendiri,” jelas wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. (wh)