Risma Total Benahi SDM KBS

 

Risma Total Benahi SDM KBS
Risma memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2014).

Selain memperbaiki kesejahteraan hewan, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akan fokus membenahi manajemen PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). Langkah awal, melakukan penyegaran di tubuh pengelola. Karyawan yang terindikasi masih berada di bawah pengaruh kepengurusan lama atau kelompok tertentu yang terbukti terlibat penyelewengan dan kinerjanya buruk, akan ditindak tegas.

“Menteri Kehutanan menyepakati izin konservasi dan pengelolaan penuh KBS pada Pemerintah Kota Surabaya. Kami nanti akan melakukan evaluasi SDM KBS. Jadi nantinya semua harus tunduk pada peraturan yang ditetapkan oleh manajemen,” kata Risma kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2014).

Pihaknya akan tetap memperhatikan kinerja SDM KBS yang sudah ada sekarang. Kemampuan para karyawan akan dievaluasi. “Karyawan yang sudah lama kerja di KBS, akan kami pertimbangkan untuk naik jabatan. Entah itu jadi supervisor atau apa. Namun dengan catatan, menunjukkan prestasi yang baik,” ujar Risma.

Sebaliknya, apabila memang tidak memungkinkan, mereka dapat diberhentikan lalu digantikan dengan yang lebih fresh dan expert. “Ya saya juga akan lihat secara kemampuan atau kapabilitas mereka. Nanti akan dilakukan evaluasi oleh tim independen dari Unair secara detail,” ujarnya.

Di samping itu, Risma akan meminta bantuan training dari pemerintah provinsi dan kementerian untuk mengelola SDM KBS. Tak ketinggalan, meminta bantuan pihak-pihak tersebut dalam membuat perencanaan ke depan, seperti evaluasi kondisi binatang.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu yakin, keberpihakan SDM KBS terhadap pengurus lama akan hilang seiring pembenahan manajemen tersebut. Sebab, izin konservasi dipegang penuh oleh pemkot. “Kalau dulu kan, ada yang bawahannya si ini, yang satunya si itu. Sekarang sudah jadi satu, yaitu pemkot,” cetusnya.

Risma menanggapi santai jika masih terdapat pihak-pihak yang merasa belum sreg. Ia berkisah ketika dulu awal menjadi wali kota Surabaya. Tak sedikit yang menganggapnya bertangan dingin. Lambat laun, ia pun berhasil mensinergikan berbagai pihak yang semula menentangnya.

“Saya dianggap keras, menyuruh orang terus-terusan kerja. Tapi lama-lama juga bisa kompak,” pungkasnya.(wh)