Risma : Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Urban Farming

 

Risma : Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Urban Farming

Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk dengan kegiatan perdagangan dan jasa. Namun, siapa sangka jika produk pertanian dan perikanannya tak kalah. Berkat mengandalkan urban farming melalui kelompok-kelompok tani dan ikan, Surabaya memiliki ketahanan pangan yang baik. Ketahanan pangan tersebut membuat Kota Pahlawan memperoleh penghargaan Socrates Awards untuk kategori City of the Future, 17 April lalu.

“Saya dapat Socrates Awards kemarin, salah satu kriterianya adalah kestabilan dan ketersediaan pangan. Kota masa depan harus ada ketahanan pangan,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam pameran produk pertanian dan perikanan di Taman Surya, Minggu (27/4/2014).

Ketahanan pangan suatu kota diuji ketika cuaca anomali seperti yang akhir-akhir ini terjadi. “Ini April kan mustinya sudah nggak ada hujan, tapi kenapa masih ada? Eropa juga, mustinya sudah panas, tapi di sana masih musim dingin. Itu nanti akan berpengaruh pada kualitas produk pangan,” katanya.

Untuk itu, pemerintah kota berupaya memenuhi kebutuhan pangan warga kota dengan produk-produk lokal dengan berbagai inovasi. Risma mengatakan, gerakan urban farming digalakkan.

“Masyarakat tetap bisa mengembangkan kegiatan cocok tanam di lingkungan perkotaan. Kita lihat, tanaman bisa dikembangbiakkan di pot,” tuturnya.

Melalui Dinas Pertanian pula, pihaknya membina puluhan kelompok tani dan ikan. Caranya dengan menerapkan konsep ketahanan pangan. “Artinya meski kota ini kurang mendukung untuk sektor pertanian dan perikanan, namun bukan berarti sama sekali tidak ada upaya yang dilakukan. Di beberapa kawasan bahkan mampu menghasilkan sejumlah item seperti cabe, bawang, tomat, dan labu dalam skala yang besar,” imbuhnya.

Risma memberikan catatan khusus, sebab harga cabai dan bawang putih sempat menjadi penyebab inflasi bulan Maret yang lalu. “Kemarin itu kan sempat harga cabe dan bawang putih melambung. Saya lalu minta pak Kadis Pertanian (Sigit Sugiharsono, Red) memasarkan cabainya supaya harganya tidak mahal. Minimal supaya tidak mengurangi pasokan,” jelasnya.

Pameran bertema “Aku Cinta Produk Pertanian dan Perikanan” itu mempromosikan berbagai produk pertanian, perikanan, dan kehutanan. Puluhan stan menggelar produk olahan hasil perikanan, display tanaman hortikultura, serta mendapat layanan konsultasi gratis terkait budidaya ikan hias dan tanaman obat keluarga. Di samping itu, kehadiran komunitas pecinta satwa makin menambah daya tarik event yang dihelat dalam rangka menyambut hari jadi kota Surabaya (HJKS) ke-721 ini.(wh)