Risma Tidak Keluarkan Izin Taksi Online

Risma Tidak Keluarkan Izin Taksi Online
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota Surabaya tidak mengeluarkan izin untuk angkutan penumpang berbasis online. Pernyataan tersebut ditegaskan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada awak media di Balai Kota, Kamis (31/3/2016).

“Hingga kini saya tidak keluarkan izin untuk taksi berbasis online beroperasi di Kota Surabaya karena menjaga agar tidak ada keresahan antara sopir taksi konvensional dengan mereka,” kata Tri Rismaharini.

Menurut peraih Ideal Mother Award 2016 ini, dirinya tidak ingin terjadi keributan seperti di Jakarta. “Surabaya berbeda dengan Ibu Kota, jangan disamakan,” cetusnya.

Ia lalu menjabarkan, sebenarnya dirinya tidak menolak terhadap adanya aplikasi online ini yang dianggap tidak tanggap terhadap perkembangan teknologi. Tetapi, penolakan izin beroperasinya taksi online, karena Risma mengganggap dapat membunuh taksi konvensional hingga angkutan umum lainnya.

“Penolakan ini karena saya melihat taksi online dan taksi konvensional tidak berimbang. Untuk taksi online mereka kan disubsidi oleh pengusahanya untuk mengantarkan penumpangnya hingga harganya di bawah taksi biasa. Ini kan tidak berimbang. Kalau seumpama fair, ya gak papa,” lanjutnya.

Bahkan, Risma mengatakan sejak dua tahun lalu dirinya memprediksikan bahwa taksi online akan membuat taksi konvensional akan mati keberadaannya.

Risma mengaku saat berkunjung ke Silicon Valley, dia sempat mendiskusikan keberadaan taksi online. “Ternyata benar, taksi online bila dikuasai oleh perusahaan dan ketemu satu titik bahwa masalah sebenarnya adalah persoalan subsidi. Kalau persaingan fair gak papa, tapi bila gak berimbang akan bahaya. Gak fair kondisinya hingga bisa berantem. Kami juga nunggu aturan dari pemerintah pusat,” tutupnya. (wh)