Risma: Tidak Ada Narkoba di SMPN 52

Risma: Tidak Ada Narkoba di SMPN 52

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan pers di rumah dinas, Sabtu (17/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Hasil tes urine yang dilakukan oleh tim gabungan kepada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 52 Surabaya yang sebelumnya mengindikasikan ada 7 siswa dan 4 guru serta 1 staf sekolah positif narkoba pada Selasa (13/12/2016) lalu, dinyatakan selesai.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dari hasil uji laboratorium, ke 7 siswa dan 4 guru serta 1 staf dari SMPN 52 dinyatakan bersih dari narkoba.

“Dari hasil tes urine, pihak BNN lakukan assesment kepada mereka dan dilakukan tes darah. Sekarang sudah keluar hasil test laboratoriumnya dan dinyatakan semuanya bebas dari narkoba,” jelas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat jumpa pers di rumah dinas, Sabtu (17/12/2016).

Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Bapemas kota Surabaya berinisiatif melakukan tes urine terhadap 783 siswa, 41 tenaga pendidik (guru) dan 4 staf sekolah SMPN 52 Surabaya akibat adanya pertengkaran wali murid.

“Mereka mengancam akan membongkar bahwa SMPN 52 jadi sarang narkoba. Akhirnya aku duluin dengan meminta tim ini untuk melakukan tes urine membuktikan benar tidaknya,” ujarnya.

Sekarang, sambung Risma, dari hasil tes laboratorium tersebut jelas menyatakan jika baik siswa dan guru sekolah yang beralamatkan di Medokan Semampir gang Kelurahan, Kecamatan Sukolilo tersebut, memakai obat untuk penyembuhan sakit.

“Dari yang kami telusuri hingga ke orang tuanya, ke 7 siswa itu sedang menjalani pengobatan. Bahkan, guru dan satpam menjalani pengobatan permanen akibat sakit yang dideritanya,” urainya.

Pemkot Surabaya dalam waktu dekat akan menggelar rapat antara dinas kesehatan, BNN Surabaya dan pihak terkait untuk mencarikan solusi.

Risama menyatakan, dengan kejadian di SMPN 52 tersebut, pihaknya akan mengundang asosiasi yang mewadahi obat flu yang dikonsumsi pelajar tersebut hingga diduga mengkonsumsi narkoba dengan hasil tes urine yang positif.
Tujuannya, untuk mencari solusi bersama untuk memecahkan masalah ini.

“Nanti akan dicarikan solusi bersama. Yang jelas, obat yang dimaksud saat ini sudah dibawa ke laboratorium forensik Polda Jatim. Untuk merek obatnya tidak bisa saya sebutkan di sini,” katanya.

Untuk mengantisipasi bahaya narkoba, Risma mengaku sudah menyiapkan lomba khusus guru dalam rangka peringatan Hari Ibu pada 24 Desember mendatang. Sasaran lomba ini sengaja dikhususkan bagi para guru karena mereka punya tanggung jawab besar men-sosialisasikan bahaya narkoba kepada para siswa.

Menurut Risma, narkoba kini mulai menyasar para pelajar. Oleh karenanya, saat momentum Hari Ibu nanti, Risma akan mencanangkan tagline “Anak-anak Surabaya adalah Anak Kita Semua”.

Kalimat tersebut diharapkan mampu menggugah kepedulian warga Surabaya akan perilaku anak-anak di sekitar mereka. “Meskipun bukan anak sendiri tetap harus peduli,” pungkasnya.(wh)