Risma Terkejut Pertumbuhan Jumlah UMKM Surabaya

Risma Terkejut Pertumbuhan Jumlah UMKM Surabaya
Launching Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (14/9/2014).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku terkejut dengan pertumbuhan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Surabaya. Pasalnya dalam waktu empat tahun terakhir saja, Surabaya telah mempunyai 2 ribu UMKM.

“Pada 2010 lalu, target awal kami hanya membantu warga dalam pengentasan kemiskinan di Surabaya. Hasilnya ternyata di luar ekspetasi kita. Ternyata ada sejumlah UMKM yang sudah go international,” terang Risma seusai melakukan Launching Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya 2014 di Kaza City, Minggu (14/9/2014).

Menurut Risma sekitar 2 ribu UMKM tersebut bahkan kini sudah membantu mengentas perekonomian tetangganya masing-masing. Dari catatannya, UMKM Surabaya kini sudah menyerap lebih dari 20 ribu warga sekitar untuk dijadikan karyawan.

“Saya pesankan ke daerah-daerah di Surabaya untuk mengajarkan kemandirian. Ternyata warga sangat antusias. Ini sangat membantu Pemkot Surabaya dalam melakukan pengentasan kemiskinan,” bebernya.

Lebih lanjut, Risma mencatat kini telah ada lima produk UMKM yang sudah melakukan ekspor ke sejumlah negara seperti Yaman, Arab Saudi, dan negara tetangga di antaranya Singapura, serta Malaysia.

“Apalagi saat ini menjelang dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal Januari 2015 mendatang. Kita terus menggenjot program training untuk para UMKM. Baik dengan mengajarkan bisnis secara online atau menejemen pengelolaan secara baik,” tambahnya.

Risma juga menyemangati 2.300 UMKM Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 di. Menurut Risma, perjuangan menjadi pengusaha memang sulit, tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

“Hasilnya, sekarang banyak dari mereka (UMKM) yang sudah mengekspor produknya ke luar negeri, luar pulan, luar kota, dan banyak lain yang sudah menguasai jenis usaha di Surabaya,” bebernya.

Diakui Risma, awalnya sangat sulit meyakinkan warga untuk menjadi pengusaha. Terlebih mereka didominasi ibu rumah tangga. “Tidak mudah bagi kami menyulap seorang ibu rumah tangga biasa, menjadi pengusaha yang sukses seperti saat ini. Bahkan kini sudah menyerap pulahn tenaga kerja sekelilingnya,” katanya.

Ini membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. “Saya tekankan lagi kepada warga, tidak ada yang tidak mungkin. Kalau kita mau kita pasti bisa,” pungkas Risma. (wh)