Risma Terima Penghargaan Pembina Keselamatan Kerja Terbaik

Risma Terima Penghargaan Pembina Keselamatan Kerja Terbaik
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dinobatkan sebagai Pembina K3 (Keselamatan dan Keamanan Kerja) terbaik se-Jatim oleh Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Grahadi, Rabu (23/4/2014).

 

Kota Surabaya menambah koleksi penghargaannya. Usai memperoleh Socrates Awards dari European Business Assembly (EBA), Surabaya kali ini memperoleh penghargaan lokal dari Pemprov Jatim. Wali

Kota Surabaya, Tri Rismaharini dinobatkan sebagai Pembina K3 (Keselamatan dan Keamanan Kerja) terbaik se-Jatim oleh Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi, Rabu (23/4/2014).

Risma, demikian ia biasa disapa, menerima penghargaan itu karena dianggap telah memberikan upaya pembudayaan K3 di wilayahnya. Ia menjadi satu-satunya wali kota di Jatim yang mendapat penghargaan Pembina K3. Selain Risma, Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada 9 bupati/walikota lainnya. Yakni Bupati Sidoarjo, Bupati Gresik, Bupati Pasuruan, Bupati Lamongan, Bupati Blitar, Bupati Sumenep, Bupati Tuban, Bupati Mojokerto, dan bupati Lumajang.

Pada acara penghargaan siang itu, Gubernur Jatim  Soekarwo mengungkapkan pentingnya budaya K3 dan Zero Accident. Zero Accident, lanjutnya, adalah salah satu faktor utama penentu kualitas perusahaan secara global.

“Dengan berlakunya Zero Accident berarti kualitas perusahaannya baik, juga kualitas buruhnya. Itu berarti perusahaan mampu menangkap informasi dan mengimplementasikan di lapangan,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya saat menyerahkan Penghargaan Pembina K3, Zero Accident, dan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

Jumlah perusahaan di Jatim saat ini mencapai 35 ribu orang, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2,8 juta jiwa. Sementara jumlah kepesertaan perusahaan yang mengikuti penilaian kecelakaan nihil lima tahun terakhir masih jauh dari harapan. “Walaupun hanya sebagian kecil perusahaan yang ikut penilaian kecelakaan nihil, tapi saya bersyukur karena tahun ini terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang menerima penghargaan Zero Accident,” tambahnya.

Menurutnya, tak hanya gaji naik yang menentukan kualitas baik buruknya perusahaan. Namun tidak adanya kecelakaan kerja lah yang lebih penting. “Hubungan yang dibangun di dalam perusahaan harus berbasis pada keamanan dan kenyamanan semua pihak,” jelasnya.(wh)