Risma Tepis Geliat Prostitusi di Bangunsari

 

Risma Tepis Geliat Prostitusi di Bangunsari

Geliat eks prostitusi Bangunsari yang dikabarkan bangkit lagi dibantah oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma mengaku sering memantau kawasan tersebut dan tidak menemui adanya geliat bangkitnya praktik esek-esek di tempat tersebut.

“Kami sering memantau bersama warga. Jadi insya Allah tidak lah,” kata Risma saat ditemui di kediamannya, Wiyung Indah VII Blok L 1, Rabu (9/7/2014).

Risma lalu menjelaskan, pihaknya telah memberikan penyuluhan kepada warga sekitar akan bahaya prostitusi terhadap lingkungan sekitar. “Di sana juga ada warga yang ada ikut ngawasi bersama,” tutur Risma.

Sementara terkait masih adanya spanduk dan baliho yang mengandung unsur-unsur yang menggambarkan tempat prostitusi akan ditertibkan olehnya.

“Padahal sudah ditertibkan semua sebelumnya. Kalau begitu nanti spanduk (prostitusi) akan kami tertibkan lagi,” bebernya.

Risma pun yakin bahwa tempat prostitusi di Bangunsari sudah benar-benar tutup. Karena dilihatnya kesadaran masyarakat semakin tinggi. “Yang penting kan masyarakatnya sudah sadar bahwa prostitusi itu tidak baik,” tandas walikota perempuan pertama di Surabaya itu.

Seperti diberitakan enciety.co sebelumnya, dugaan geliat eks protitusi Bangunsari santer terdengar. Ini setelah beberapa warga mengeluhkan adanya aktivitas prostitusi di malam hari. Seperti yang terlihat di salah satu gang di Dupak Bangunsari spanduk dan baliho di tempat karaoke dan wisma masih banyak dijumpai. Hal ini membuat warga Bangunsari resah(wh)