Risma: Tarif Trem Surabaya Rp 3.000

Risma: Tarif Trem Surabaya Rp 3.000
Dirut PT KA Ignatius Jonan bersama Wali Kota Tri Rismaharini bertemu di Balai Kota Surabaya. Keduanya sepakat segera merealisasikan proyek trem di Kota Pahlawan.

Tarif transportasi massa berupa Trem yang akan diterapkan di Surabaya bakal menerapkan tarif murah. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang karib disapa Risma itu, memberi ancar-ancar sekitar Rp 3.000,-. Murahnya tarif ini disebabkan Pemkot Surabaya memberikan subsidi bagi para pengguna angkutan ini.

Awalnya, terang Risma,  tarif diperkirakan Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per orang. Namun nantinya akan mendapat subdisi dari Pemkot dengan perincian sekitar Rp 4.000 disubsidi Pemkot dan Rp 2.000 diambil dari perolehan iklan. “Semua angkutan massal itu disubdisi pemerintah. Untuk PT KA (Kereta Api), bisa mendapat keuntungan dari iklan. Iklan ini bisa dipasang di tiap pemberhentian trem,” katanya.

Menurut Risma, pekan depan pihak PT KA sudah mulai melakukan pengukuran jalur mana saja yang akan dilalui oleh trem. Trem ini membentang dari sisi selatan hingga utara Surabaya.

Beberapa titik yang dilalui adalah Jalan Raya Darmo, Jalan Embong Malang, dan Jalan Bubutan. Setelah itu, pekan pertama Oktober, PT KA sudah bisa melakukan pengerjaan proyek.

Mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya ini, menjelaskan, trem nantinya akan menggunakan teknologi baterai sehingga tidak lagi mengandalkan tenaga listrik seperti yang ada di beberapa negara lainnya.

Setiap berhenti di stasiun, lanjut dia, trem akan mengisi baterai. Keberadaan trem ini, kata dia, sangat mendesak, sehingga dia memutuskan harus segera dibangun dalam waktu dekat. Sebab, lanjut dia, jika tidak mulai dikerjakan sekarang, maka dalam waktu lima tahun mendatang, kondisi lalu lintas Surabaya akan macet parah seperti Jakarta. “Kalau untuk proyek monorail, sekarang sudah ada konsepnya. Tinggal nanti akan kami komunikasikan dengan kementrian di kabinet yang baru,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya akan melibatkan aparat kepolisian, kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempelajari klausul Memorandum of Understanding (MoU) dalam proyek trem antara Pemkot Surabaya dengan PT KA selaku pelaksana proyek.

Menurut Risma, saat ini draft MoU sudah ada di meja kerjanya. Sayangnya, Risma enggan menyebut apa saja yang tertuang dalam MoU itu. Dia berdalih tidak hafal satu persatu.

Menurut dia, secara umum proyek ini akan berjalan selama dua tahun. Perhitungannya, untuk pemesanan dan mendatangkan trem, perlu waktu selama 18 bulan, sedangkan untuk pemasangan trem sendiri perlu waktu sekitar dua bulan. (ram)