Risma Tak Pernah Tolak Bantuan untuk KBS

Risma Tak Pernah Tolak Bantuan untuk KBS
Tri Rismaharini memberikan keterangan saat jumpa pers di kediaman walikota. Jumat (10/01/2014)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpikir positif dengan pemberitaan terkait dengan pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Menurut dia, banyak yang belum paham terkait masalah yang terjadi setelah Pemkot Surabaya mengelola ikon Surabaya itu pada 15 Juli 2013.

“Saya kira banyak yang belum tahu, sehingga mereka tidak mendapat informasi terkait masalah yang terjadi sesungguhnya di KBS,” ujarnya di kediaman wali kota Surabaya, Kamis (10/1/2014).

Salah satu ketidakpahaman itu adalah tuduhan bahwa Risma menolak bantuan dari pihak luar yang concern terhadap kesejahteraan hewan di KBS. “Tuduhan tersebut salah besar. Saya justru senang kalau ada yang mau nyumbang. Wong saya justru merangkul Konjen AS, Konjen China,” cetusnya.

Kata Risma, ia sengaja tak buru-buru membuka peluang bagi warga kota maupun komunitas mancanegara yang peduli satwa. Sebab, proses audit harus jelas dulu.

“Hitungannya (audit, Red) harus jelas dulu. Kalau auditnya nggak jelas kan saya malah salah. Ini kan bukan punya saya,” paparnya.

Maka dari itu, lanjut Risma, Pemkot Surabaya menggandeng Universitas Airlangga untuk melakukan audit. Para auditor tersebut mengaudit dari berbagai aspek, di antaranya hukum, keuangan, aset, manajemen, keselamatan, dan standar operasional,

“Saya bisa saja mengaudit sendiri. Tapi ini kan masalah trust. Artinya, saya bisa dipercaya nggak? Karena saya belum pernah melaksanakan,” tuturnya.

Selain itu, permasalahan akan muncul jika tanpa audit yang jelas dan kredibel. “Masalahnya kalau ada yang mau  nyumbang, terus tiba-tiba itu bukan aset pemerintah atau ada yang mengaku-aku? Ya repot nanti,” tandasnya.

Risma menegaskan, setelah hasil audit dipaparkan tim auditor Unair pada 8 Januari lalu, pemkot dan PD Taman Satwa KBS akan segera berbenah.

“Jadi intinya saya bukannya menolak KBS diberi sumbangan, malah saya pingein sekali. Saya malah kalau bisa pingin beli unta, beli jerapah,” ujarnya.(wh)