Risma: Surabaya Melarang Konvoi Pilpres

 

Risma: Surabaya Melarang Konvoi Pilpres

Antisipasi kerusuhan jelang pengumuman pemilihan presiden (pilpres) pada Selasa (22/7/2014), Risma mengajak partai dan tim sukses kedua pasangan presiden duduk bersama. Disepakati jika di Surabaya tidak akan ada konvoi dari pendukung pasangan presiden.

“Kemarin (Minggu 20/7/2014) kami sudah duduk bersama. Kami juga sepakat untuk meminimalisir adanya kerusuhan jelang pengumuman presiden. Kami melarang adanya konvoi,” tegasnya saat ditemui di Balai Kota Senin (21/7/2014).

Risma tidak ingin melihat adanya gejala-gejala kerusuhan seperti di daerah lain. Bahkan lebih lanjut, Risma mengaku telah bekerja sama dengan Polda untuk mengamankan sejumlah obyek vital seperti kantor KPU Surabaya dan Jawa Timur.

“Malam ini kawan-kawan dari Polda juga telah bersiaga dan mengamankan sejumlah obyek vital. Termasuk di antaranya melakukan sweping untuk mencegah adanya kerusuhan,” ujarnya.

Dalam kesepakatan itu, wali kota perempuan pertama Surabaya itu mengimbau agar tim sukses pasangan masing-masing presiden mengajak pendukungnya melihat pengumuman dari rumah saja.

“Saya mengimbau seperti itu. Mereka (tim sukses) juga sepakat untuk tertib jelang pengumuman presiden,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan lebih dari seribu personel dari sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Surabaya untuk membantu kepolisian mengamankan objek vital. Termasuk melakukan pengamanan jelang perayaan Lebaran pada 31 Juli mendatang.

Seperti yang ramai diberitakan media massa, jelang pengumuman presiden oleh KPU pada Selasa (22/7/2014), sejumlah partisan pasangan presiden telah siap untuk turun ke jalan dan melakukan konvoi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Jatim bakal melakukan pengamanan ekstra di kantor KPU Jawa Timur. Ratusan polisi siap melakukan sweping di tempat-tempat yang diduga sebagai kantong kerusuhan. (wh)