Risma: Surabaya Cari Peta Drainase Zaman Belanda

Risma: Surabaya Cari Peta Drainase Zaman Belanda

Surabaya kembali kedatangan tamu dari luar negeri. Kali ini, Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Melanie Schultz van Haegen mengunjungi Balai Kota Surabaya, Jumat (4/4/204). Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyambut sendiri kedatangan rombongan menteri, deputi, dan dubes Belanda tersebut.

Risma memaparkan berbagai upayanya untuk menangkal banjir di Surabaya. Salah satu yang diandalkan ialah mengoptimalkan fungsi saluran air (drainase).

“Kami punya program yang dinamakan Surabaya Drainage Masterplan. Sistem ini terbukti ampuh mengatasi banjir. Buktinya, kawasan-kawasan yang dulunya langganan banjir kini banyak berkurang,” terangnya.

Kendati demikian, itu belum membuat mantan Kepala Bappeko itu puas. Alumnus Arsitektur ITS tersebut mencari peta saluran gorong-gorong yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Sejak dua tahun lalu, ia berusaha menelusuri jejak peta saluran bawah tanah hingga ke Den Haag. Sayangnya, upaya tersebut belum menemui hasil.

“Kalau kita bisa maksimalkan saluran bawah tanah itu, saya optimis Surabaya bisa dengan mudah mengatasi problem banjir,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Kenyataan itu dipertegas oleh Melanie Schultz. Ia menyatakan, pihaknya tidak menemukan peta yang dimaksud perempuan nomor satu di Surabaya tersebut.

“Saya tahu Pemkot Surabaya sedang mencari arsip peta sistem drainase. Tapi kami belum menemukannya. Saya rasa sekarang sudah banyak teknik lain untuk mengidentifikasi sistem drainase bawah kota itu,” jelasnya.

Menteri berambut pirang itu menambahkan, Risma bisa menggunakan alat elektronik seperti kamera kecil yang mampu menyusuri sistem saluran air untuk menemukannya. “Dari situ bisa dibuat peta drainase yang baru,” imbuhnya. Namun, Melanie mengapresiasi langkah Risma yang meski tanpa peta yang dimaksud, dapat mengatasi banjir kota Pahlawan.

Melanie berkunjung ke balai kota Surabaya didampingi Duta Besar (dubes) Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan. Beberapa personel yang juga turut dalam rombongan di antaranya, Director General Environment and International Affairs Chris Kuijpers; Deputy Director International Water Affairs Willem Mak; Delta Coordinator Indonesia, International Water Affairs Michiel de Lijster; dan Chief of Protocol Chantal Bijkerk.(wh)