Risma Siapkan Rp 16 M Bebaskan Lahan Dolly

 

Risma Siapkan Rp 16 M Bebaskan Lahan Dolly

Selain pelatihan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan siap membebaskan tanah dan bangunan di lokalisasi Dolly dan Jarak. Risma menyiapkan anggaran tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Surabaya. “Untuk membebaskan tanah saja Rp 16 miliar. Kita beli, nanti dilihat dulu luasnya. Kalau luas nanti untuk sentra Pedagang Kaki Lima (PKL),” ungkapnya di depan wartawan usai pemberian bantuan stimulus di kediaman wali kota, Senin (9/6/2014).

Angka tersebut di luar anggaran kompensasi yang dikucurkan Kementerian Sosial sebesar Rp 8 miliar untuk PSK. Untuk mucikari Rp 1,5 miliar dari pemerintah provinsi Jawa Timur. “Sedangkan pemkot melakukan rehabilitasinya,” imbuh Risma.

Semakin mendekati 18 Juni, Risma mengaku siap menutup Dolly. Ia yakin langkah Pemkot Surabaya seusai peraturan. “Insya Allah kita sudah siap. Ini kalau kita ngomong, ada pelanggaran terhadap perda tata ruang, lalu ada trafficking di UU perdagangan orang. Kita ingin menghapus itu saja. Tidak ada sesuatu yang luar biasa. Udah perdanya yang ngomong begitu,” urainya.

Dituding melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), Risma balik menanyakan mengenai HAM anak-anak di sekitar lokalisasi. “Silakan, tapi saya juga punya hak untuk anak. Anak-anak di sana banyak lo yang kirim surat ke aku. Mereka bilang terima kasih sekarang, mereka nulis ‘terima kasih bunda kami bisa belajar’,” tandasnya.

Anak-anak di kawasan lokalisasi, lanjut Risma, juga punya hak untuk itu. “Anak punya hak. Warga juga punya hak.Bukan hanya hak pemilik wisma,” tegasnya.

Perempuan kelahiran Kediri itu tak henti memberikan motivasi bahwa warga terdampak lokalisasi mampu memiliki masa depan yang lebih baik. “Saya ingat ada ayat Al Quran yang kurang lebih mengatakan, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika ia tidak mengubah nasibnya sendiri. Kalau kita mau berubah, kita bisa, panjenengan ada peluang. Mari sama-sama berhijrah,” ujarnya. (wh)