Risma Siapkan Camat Sweeping Minuman Beralkohol

Risma Siapkan Camat Sweeping Minuman Beralkohol

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendukung penuh diterapkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Ini karena sebelumnya di Surabaya ia banyak menemui anak di bawah umur mengonsumsi minol yang dibeli dari minimarket maupun toko kelontong.

“Saya sangat setuju dengan peraturan itu. Kalau memang ingin jual miras ya harus di tempat khusus lah. Jangan kemudian mereka semena-mena menjual kepada siapapun. Kalau itu masih terjadi saya tutup beneran. Saya tidak ba bi bu,” tegasnya saat ditemui wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (15/4/2015).

Risma mengaku pernah mendapati banyak anak-anak sekolah di Surabaya mengonsumsi minol yang dijual bebas oleh minimarket ternama. Bahkan minimarket tersebut menjualnya tepat di depan SMA Negeri 6 Surabaya.

“Karena anak-anak sekolah beli juga, jadi langsung saya tutup. Saya tidak ada ampun meski mereka meminta dispensasi. Karena saya tidak mau kalau sudah seperti itu,” tegasnya lagi.

Untuk itu, terkait dengan pelarangan peredaran minol oleh Kemendag, Risma sudah mengeluarkan surat edaran di seluruh kecamatan. Pihaknya mengaku telah menginstruksikan seluruh camat dan Satpol PP Kota Surabaya untuk melakukan pengawasan dan penertiban. “Saya kira ini bagus sesuai dengan ide kita dan kita tuangkan di perda. Karena (minol) itu  selama ini sangat dekat dengan anak-anak,” tambahnya.

“Apa sih susahnya itu (tidak menjual minol)? Cuma tidak jual berapa persen dari yang dijual saja kok, paling cuma 0,1 persen. Karena kita juga harus melindungi anak-anak dari bahaya minuman beralkohol. Sekarang ini kayaknya camat-camat sudah mulai turun,” urainya lagi.

Jika mulai 16 April besok, pihaknya menemukan minimarket maupun toko kelontong yang masih nekat untuk menjual minol maka Risma tidak segan-segan untuk menutup toko tersebut. Pihaknya juga mengancam tidak akan mengeluarkan izin bagi toko yang masih menjual minol kepada masyarakat.

“Kalian tidak tahu, selama ini kita juga lakukan sweping di toko-toko kelontong. Bahkan mereka saat ini jualan miras dengan mobil. Makanya kita uber-uberan dengan Satpol PP jam satu malam. Saya kan mantau lewan HT (handy talky),” tambahnya mengakhiri.

Seperti yang diketahui, mulai Kamis (16/4/2015), Permendag tentang pembatasan penjualan minol diberlakukan. Di Surabaya sendiri, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai antisipasi termasuk menyiapkan tim khusus untuk memantau 508 minimarket yang terindikasi masih menjual minol. (wh)