Risma Selalu Deg-Degan Kalau Hujan Turun

Risma Selalu Deg-Degan Kalau Hujan Turun
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat bersih bersih di Taman bungkul

 

Sebagai bagian dari Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, Surabaya adalah salah satu kota yang paling bersiap bila musim hujan tiba. Banjir menjadi tamu yang sering menyapa Kota Pahlawan itu.

Hal itu pula yang selalu membuat hati Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tak tenang. “Aku nek wes udan iku, deg-degan lo asline (Kalau sudah hujan turun itu, sebenarnya deg-degan lo),” ujarnya di Balai Kota, Senin (24/3/2014).

Ia mengaku tak berhenti berdoa agar hujan segera reda. Bila hujan mengguyur saat malam hari, ia pun tak bisa tidur. Ia khawatir, hujan tersebut menimbulkan banjir.

“Mending aku yang jadi korban daripada warga,” ujarnya. Tak lama kemudian, ia biasanya sibuk mengawasi berbagai rumah pompa dan berkordinasi dengan SKPD terkait melalui handy talky-nya.

Risma mengatakan, ia mengandalkan 80 titik rumah pompa untuk mengantisipasi banjir di Surabaya. Setidaknya, rumah pompa menjadi tempat saluran air saat curah hujan di Surabaya cukup tinggi.

“Dulu kan ada sawah, jadi air langsung ke sawah. Kalau sekarang mana ada sawah, jadi kita maksimalkan rumah pompa,” katanya.

Kepala Bagian Humas, Muhammad Fikser juga kerap kelimpungan bila perempuan nomor satu di Surabaya itu khawatir soal banjir. Fikser mengisahkan, jika langit Surabaya mulai gelap, Risma bisa pulang lebih cepat. “Ibu mengajak keliling Surabaya. Dia melihat di Surabaya Selatan gelap, ya kesana arah mobil kita menuju,” ujarnya.

Dari balik kaca mobil Innova-nya, mata Risma terus melongok ke atas langit yang mendung. “Biasanya dari prediksi bagian langit yang gelap itu, ibu minta mengecek rumah pompa di sekitarnya.” katanya.

Selain itu, bagian belakang mobil Risma pun siap dengan berbagai peralatan ‘perang’. Disinggung soal itu, Risma tersenyum saja. “Ada macam-macam, kalau mau silakan liat sendiri. Aku biasa bawa sapu, sepatu bot, linggis, buat bersih-bersih. Di jalan nanti lak nemu sesuatu,” celetuknya.