Risma Relakan Namanya Jadi Branding Produk UKM

Risma Relakan Namanya Jadi Branding Produk UKM
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan pengarahan tentang Branding Development kepada salah seorang pelaku UKM di Kaza City, Minggu (5/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong lahirnya enterpreneur  kreatif dan mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kali ini, Pemkot Surabaya ingin memfasilitasi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk dapat naik kelas dalam memasarkan produk-produknya.

Minggu (5/7/2015), Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Pahlawan Ekonomi menyelenggarakan pelatihan Branding Development di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dirinya rela namanya dipakai menjadi nama produk hasil UKM Kota Surabaya. “Untuk mendongkrak penjualan produk saya rela nama saya dipakai menjadi branding, contohnya, dawet ayu Bu Risma atau taplak meja Bu Risma,” ujar Risma.

Risma menegaskan, Pemkot Surabaya ingin mendorong para pelaku UKM di Surabaya dapat merambah pasar lebih besar. Dengan pelatihan Branding Development, para pelaku UKM bisa mengetahui betapa pentingnya legalitas dalam dunia usaha.

“Ketika UKM tersebut dapat memproduksi dalam jumlah besar, sudah saatnya kita harus memasarkan produk tersebut ke kelas lebih tinggi. Kami berkeinginan produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan ke pasar tradisional saja, tapi juga merambah pasar modern seperti supermarket dan mal,” tandas wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk melebarkan sayap masuk pasar modern, pelaku UKM butuh surat izin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan (TDP), dan surat izin pangan industri rumah tangga (PIRT).

“Kami akan memfasilitasi UKM se-Surabaya untuk segera mengurus keperluan yang dibutuhkan, caranya sangat mudah, prosesnya cepat dan gratis.” ungkap Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, pelatihan ini diselenggarakan untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan dalam pembuatan surat izin SIUP, TDP dan PIRT.

“Untuk mempermudah, Disperindag akan berkoordinasi dengan semua instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya, dan lain sebagainya,“ paparnya.

Widodo juga berharap pada 17 Agustus 2015, semua pelaku UKM di Surabaya telah mendapatkan legalitas usaha. “Kami menargetkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, semua UKM se-Kota Surabaya telah merdeka, dalam artian mereka sudah mendapatkan izin usaha,” katanya. (wh)