Risma Pertahankan Aset Surabaya dari Segala Lini

Risma Pertahankan Aset Surabaya dari Segala Lini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu KPPU Kantor Perwakilan Daerah Surabaya di Balai Kota, Senin (27/3/2017). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertekad pertahankan aset kota yang terancam hilang karena terlibat sengketa dengan mengirimkan surat ke beberapa instansi salah satunya ke  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dari Kantor Perwakilan Daerah Surabaya.

Dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota, Senin (27/3/2017) tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, dan beberapa perangkat daerah terkait menemui KPPU dari Kantor Perwakilan Daerah Surabaya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Wali Kota bersama Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Surabaya, berdiskusi perihal tanah aset Pemkot Surabaya. Utamanya aset Taman Hiburan Remaja yang dikelola PT Star, juga Kolam Renang Brantas. Termasuk juga upaya asistensi yang telah dilakukan Pemkot ke beberapa instansi negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Presiden dan wakil presiden.

“Kami mohon bantuan kepada KPPU untuk menelusuri aset. Mereka (KPPU) bisa melihatnya dari kepemilikan saham. Mereka akan mempelajari dulu. Yang jelas, saya usaha semuanya dari segala lini,” tegas Risma.

Risma menegaskan, selama ini perwakilan dari PT Star tidak punya itikad baik untuk datang ketika diundang untuk bertemu. Selain itu, dengan luasan tanah di lokasi itu, kontribusi selama setahun terbilang kecil, yakni sekitar Rp 100 juta.

“Dia (PT Star) tidak pernah datang selama diundang. Kami khawatir aset kami. Itu yang akan dilihat KPPU,” sambung Risma.