Risma: Penutupan Dolly Lebih Cepat dari Jadwal

 

Risma: Penutupan Dolly Lebih Cepat dari Jadwal

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan lokalisasi Dolly tidak akan mundur. Namun akan ditutup lebih cepat sehari dibandingkan rencana awal, yakni pada 18 Juni 2014.

“Mungkin maju tanggal 18, tidak mundur,” ujar Risma usai bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Senin (2/5/2014).

Risma mengatakan, lokalisasi Dolly-Jarak itu akan dialihfungsikan, bukan ditutup. Banyaknya masalah dan menindas perempuan Penyebabnya di tempat itu terlalu.

“Kalau tahu kondisi itu sebetulnya, di sana banyak masalah. Ada PSK tua yang layani anak-anak dan mereka itu terbelit utang,” katanya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyebutkan beberapa lokalisasi yang sudah ditutup, salah satunya Dupak Bangunsari. “Lokalisasi yang sudah kita tutup itu Dupak Bangunsari, kita ajak warga untuk alih pekerjaan. Dulu waktu ada Dolly mereka jual minuman keras sekarang kita ajak kerja sektor lain. Kita ajarkan buat kue, kerajinan, telor asin dan lain-lain,” paparnya.

Risma menegaskan berani menutup Dolly berlandaskan pada Perda 7 Tahun 1999 bahwa bangunan itu tidak boleh dilakukan untuk asusila dan secepatnya akan dialihfungsikan. “Tanggal 18 (Juni) mungkin, maju, enggak mundur. Sekarang kita mempersiapkan transfer pekerjaan,” jelas Risma.

Risma menambahkan, usahanya tersebut bukan bicara dosa tapi soal tanggung jawab karena menurutnya banyak perempuan yang menderita di sana.

“Saya marah, saya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan, bukan bicara itu dosa atau tidak tapi saya marah di situ ada yang menderita,” pungkas Risma. (wh)